spot_img
Socio CulturalPenemuan 8 Spesies Palem Kipas di Hutan Papua

Penemuan 8 Spesies Palem Kipas di Hutan Papua

Peneliti menemukan spesies baru palem kipas

Must read

 

Jakarta, Mambruks.com– Sebanyak delapan spesies tanaman palem kipas baru ditemukan di Papua, Papua Barat, dan Papua New Guinea. Palem merupakan salah satu tanaman paling bermanfaat bagi manusia.

Berdasarkan riset ilmiah Tanah Papua dan Papua New Guniea memiliki kekayaan spesies flora dan tingkat keendemikan tertinggi di dunia, terutama tumbuhan berpembuluh atau vascular plants. Telah tercatat 13.634 spesies tumbuhan yang termasuk dalam 1.742 marga (genus) dan 264 suku (famili) pada 2020 berdasarkan publikasi Camara-Leret dkk di jurnal Nature. Dengan adanya temuan spesies baru tumbuhan, prediksi para ahli tumbuhan memperkirakan akan terjadi penambahan jumlah spesies baru sekitar 3000-4000 spesies dalam 50 tahun ke depan, terutama dari Tanah Papua masih belum banyak dieksplorasi.

Artikel lainnya:

Terbaik di Dunia, Anggrek Hitam Papua Capai Harga Ratusan Juta Rupiah

Dilansir dari Sindo News, delapan spesies baru palem kipas yang ditemukan tersebut, dipublikasikan dalam dua jurnal ilmiah berbeda, yaitu tujuh jenis baru diterbitkan di Jurnal Phytotaxa volume 555 halaman 1-16, tertanggal 19 Juli 2022. Jurnal itu dibuat oleh Dr Anders Barfod dari Department of Biology, Aarhus University, Denmark; dan Prof Dr Charlie D Heatubun dari Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Papua Barat dan Fakultas Kehutanan Universitas Papua, Manokwari, Papua Barat .

Ketujuh spesies baru yang lengkap dengan nama otoritas ilmiahnya itu, adalah Licuala bakerii Barfod & Heatubun, Licuala bankae Barfod & Heatubun, Licuala coccinisedes Barfod & Heatubun, Licuala essigii Barfod & Heatubun, Licuala multibracteata Barfod & Heatubun, Licuala sandsiana Barfod & Heatubun, dan Licuala suprafolia Barfod & Heatubun. Sementara satu spesies Licuala heatubunii Barfod & WJ Baker diterbitkan dalam Jurnal Palms volume 66 halaman 69-71, edisi Juni 2022, Jurnal itu ditulis oleh Dr Anders Barfod dari Department of Biology, Aarhus University, Denmark; dan Dr William J Baker dari Royal Botanic Gardens Kew, Richmond, Surrey, Inggris. Dalam kedua publikasi itu disampaikan temuan tersebut merupakan hasil penelitian yang ekstensif di lapangan dan di herbarium.

Lihat juga:

Mengenal Mambruk, Burung Dara Endemik Papua Bermahkota Indah

Suku palem-palem Arecaceae merupakan suku tumbuhan peringkat kedua di dunia yang paling bermanfaat bagi umat manusia setelah suku rumput-rumputan, apalagi di tanah Papua. Sebut saja sagu, kelapa, nibung, enau, rotan, dan nipa selalu digunakan baik dalam kehidupan modern maupun tradisional.

Kebanyakan spesies baru palem kipas tersebut ditemukan di Papua New Guinea, yaitu di daerah Milne Bay, Sungai Sepik, Pegunungan Bewani, Sungai Brown, dan Pulau Manus. Sementara di Tanah Papua ditemukan di daerah Wondama, Provinsi Papua Barat dan di Kampung Ayapo, Sentani, Jayapura, Provinsi Papua. Secara sekilas, palem kipas marga Licuala memiliki perawakan berupa perdu atau semak, dengan ukuran dari pendek sampai tinggi 2-5 meter dengan diameter batang mencapai 7 cm atau lebih. Biasanya tumbuh berumpun ataupun tunggal (soliter) dan kebanyakan tumbuh di dataran rendah sampai daerah pegunungan di hutan hujan tropis.

Palem kipas lebih menyukai tumbuh di bawah naungan atau kanopi hutan (understorey), sehingga marga ini hanya dapat bertahan hidup dalam ekosistem hutan yang baik. Oleh sebab itu, palem ini merupakan pepohonan hutan sebagai naungan, kerusakan hutan atau konversi hutan merupakan ancaman serius bagi tumbuhan ini. Dengan susunan daun berbentuk kipas dan tinggi yang relatif pendek, kelompok palem ini banyak diperdagangkan sebagai tanaman hias.

Baca juga:

Taman Nasional Lorentz : Rumah Besar Keanekaragaman Hayati dan Budaya Papua, Terbesar di Asia Tenggara

Anda dapat membaca berbagai berita-berita teraktual kami di platform Google News.

spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Recent

Popular