spot_img
ScoopTransaksi QRIS di Papua Meningkat 19 Kali Lipat

Transaksi QRIS di Papua Meningkat 19 Kali Lipat

Must read

Bali, Mambruks.com- Nominal transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) maupun jumlah merchant terus mengalami pertumbuhan pesat di Papua.

Kepala Perwakilan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Juli Budi Winantya menjelaskan per Juni 2022, jumlah merchant QRIS mencapai 117.833.

Sementara jumlah nominal transaksi pada Bulan Mei mencapai Rp 5,94 miliar atau meningkat 19 kali lipat dibandingkan Mei 2021 yang hanya berkisar di bawah Rp 700-an juta.

“Termasuk penggunaan QRIS di Papua meningkat 43,22 persen atau 44,944 ribu pengguna,” kata Juli, pada pertemuan virtual dengan jurnalis di Jayapura dengan topik Perkembangan Ekonomi Terkini Papua, Senin (22/8/2022).

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua menargetkan pengguna QRIS di Papua dapat mencapai 104.000.

QRIS telah digunakan mulai dari pedagang mikro, kecil, menengah, dan besar, pada berbagai sektor usaha, serta juga digunakan untuk donasi sosial keagamaan.

Baca juga: Rencana Aplikasi PeduliLindungi Versi Terbaru

Sejak diimplementasikan di 1 Januari 2020, BI terus memperkuat kebijakan QRIS untuk mendorong akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan yang inklusif dan efisien.

BI terus berupaya mempertahankan dan mendorong tren pertumbuhan pengguna QRIS. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi terkait penggunaan QRIS ke berbagai komunitas dan lembaga.

QRIS Menyasar ASN dan TNI

Untuk mengoptimalkan penggunaan QRIS di Papua, BI setempat belum lama ini melakukan sosialisasi QRIS kepada ASN pemerintah Kota Jayapura, guna meningkatkan pemahaman ASN terkait penggunaan kanal pembayaran QRIS dalam transaksi pemerintah daerah.

Tak hanya kepada ASN, BI di Papua juga menyasar prajurit siswa di Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) XVII/Cenderawasih, Ifar Gunung, Sentani, Kabupaten Jayapura. Sosialisasi ini pun disambut antusias oleh para siswa.

Grafik penggunaan QRIS di Papua. (Foto BI Papua)Pembayaran digital nontunai dengan menggunakan QRIS diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam transaksi belanja daerah serta pembayaran retribusi dan pajak yang menjadi sumber pendapatan daerah.

QRIS adalah penyatuan berbagai macam QR dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) menggunakan QR Code.

QRIS dikembangkan oleh industri sistem pembayaran bersama dengan Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code dapat lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya. Semua penyelenggara jasa sistem pembayaran yang akan menggunakan QR Code Pembayaran wajib menerapkan QRIS.

Saat ini, dengan QRIS, seluruh aplikasi pembayaran dari penyelenggara manapun, baik bank dan nonbank yang digunakan masyarakat dapat digunakan di seluruh toko, pedagang, warung, parkir, tiket wisata, donasi (merchant) berlogo QRIS yang sudah berizin dari Bank Indonesia.

Anda dapat membaca berbagai berita-berita teraktual kami di platform Google News.

spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Recent

Popular