Jayapura, Mambruks.com – Tokoh Agama harapkan penyelenggaraan Muktamar III, Majelis Muslim Papua (MMP) membahas kemajuan organisasi serta kemaslahatan masyarakat yang lebih luas di tanah Papua.
Pastor John Djonga tokoh agama di Papua mengatakan, Muktamar III ini harus menghasilkan nilai-nilai perjuangan bersama, keadilan, kedamaian, dan solidaritas kemanusiaan.
“Saat muktamar ketiga ini, kondisi Papua lain dari pada yang lain, DOB begitu banyak, semoga kegiatan ini melahirkan sesuatu yang mempunyai nilai penting bagi Papua,” ujarnya.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Keerom KH. Nursalim Arrozy menyampaikan, hendaknya Muktamar ini semakin memantapkan dan mengukuhkan komitmen kebangsaan.
“Muktamar ini adalah moment yang sangat luar biasa,” katanya.
Meĺalui momentum ini juga Majelis Muslim Papua (MMP) didorong untuk berperan aktif dalam proses pembangunan di Papua.
“Hal itu seiring dengan perkembangan berbagai bidang di Papua dengan adanya Daerah Otonomi Baru,” jelasnya.
Dia berharap umat muslim di Papua ikut menciptakan proses perdamaian di Bumi Cenderawasih.
“Muslim Papua tidak boleh ketinggalan untuk ikut bersama-sama menciptakan proses perdamaian di tanah Papua,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Muktamar III MMP, Latifah Buswarimba Alhamid meyampaikan, dalam usia yang cukup belia MMP terus berusaha mewarnai catatan perjalanannya di Tanah Papua.
“Memang tidak mudah, salah satu tantangannya adalah situasi sosial, budaya, hukum dan politik di tanah Papua yang sangat dinamis, secara internal MMP masih terus berusaha mencari bentuk dan melakukan penyesuaian dengan tuntutan zaman,” ungkapnya.
MMP lanjutnya, ingin menata kembali sekaligus memperkuat organisasi secara internal dengan sejumlah program yang jelas dan nyata menjawab kebutuhan umat, sekaligus memperkuat peran MMP dalam kehidupan sosial kemasyarakatan
Penjabat Wali Kota Jayapura, Frans Pekey berharap melalui Muktamar III, semakin mempererat ikatan sesama anak bangsa dan harmonisasi di antara satu dan lainnya di tanah Papua.
“Semoga muktamar ini bisa menghasilkan hasil-hasil keputusan yang tentu dapat memberikan kemaslahatan kepentingan bagi banyak orang tanpa mengenal batas kepada siapa saja yang ada di tanah Papua,” tutupnya.