spot_img
ScoopMusyawarah Adat Pembentukan Lembaga Masyarakat Adat Tambrauw Resmi Bergulir

Musyawarah Adat Pembentukan Lembaga Masyarakat Adat Tambrauw Resmi Bergulir

Must read

Tambrauw, Mambruks.com – Musyawarah Adat Pembentukan Lembaga Masyarakat Adat Tambrauw (LEMATA) di Distrik Fef, kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat Daya, resmi bergulir mulai tanggal 19-21 Januari 2023.

Hadir dalam acara tersebut Staf Khusus Presiden, Febiola Ohee, Staf Ahli BNPB, RI Prof.Dr.Ir Ronhy Setiawan Maail, Peneliti Ahli Madya Bidang Bisnis dan Manajemen BRIN, Dr Herie Saksono, Kabag Monitoring dan Evaluasi Data Otsus Setda Papua Barat, Vitalis Yumte, Asisten I Setda Provinsi Papua Barat Daya, Septinus Lobat, Sekda Kabupaten Tambrauw, M. Zen Hayatudin, Penasehat Samdhana Institute, Abdon Nababan, Perwakilan MRP Papua Barat, Anggota DPR Papua Barat Fraksi Otsus, Antropolog Papua, Dr. Handro Lekitoo, Akademisi Universitas Papua, Dr. Yafet Stufi, NGO.

Acara dimulai dengan ritual adat sebagai penghormatan kepada leluhur dan memohon restu agar seluruh kegiatan dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan.

Usai melakukan ritual adat dilakukan ibadah Oikumene yang diikuti oleh seluruh peserta musyawarah adat dan panitia pelaksana

Kemudian dilanjutkan dengan penyambutan para tamu dengan tarian adat setempat di lokasi kegiatan di Distrik Fef, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya.

Ketua panitia Musyawarah Adat, Vincent Paulinus Baru, mengatakan 14 tahun berdirinya Kabupaten Tambrauw, masyarakat adat belum memiliki rumah adat untuk duduk bersama antarsuku.

“Berdirinya kabupaten Tambrauw sudah hampir 14 tahun, namun kita belum punya rumah bersama untuk para kepala suku, tua-tua adat bertemu mendiskusikan kepentingan masyarakat adat,” kata Paulinus, Kamis (19/1).

Dijelaskan Paulinus, pembentukan LEMATA tujuan utamanya adalah bagaimana mendorong rumah koordinasi dengan tidak menghilangkan identitas suku dan LMA suku.

“Kepala suku otoritasnya lebih tinggi, rumah ini hanya sebagai rumah koordinasi untuk mempertemukan para kepala suku, para ketua LMA, bersama dengan pemerintah bergandengan tangan membicarakan pembangunan di kabupaten Tambrauw,” jelasnya.

Disampaikan Paulinus, musyawarah adat diinisiasi oleh tokoh-tokoh adat sejak tahun 2019, dan berhasil direalisasikan pada Januari 2023.

“Di usia 11 tahun berdirinya kabupaten ini, tepat tanggal 18 November di balai kampung Sausafor para tokoh tokoh adat dalam hal ini kepala-kepala suku, ketua-ketua LMA duduk membahas berbagai hal. Dari refleksi itulah disepakati perlunya dibentuk rumah bersama” ungkapnya

Sementara itu Julius Mirino Ketua LMA Karoon mengapresiasi terlaksananya pembentukan rumah adat yang akan menghimpun suku-suku yang ada di Kabupaten Tambrauw, khususnya suku Miyah, Ireres dan Abun.

“Adanya dinamika dilapangan sejak terbentuknya kepanitian ini, mari kita sambut dengan baik dan menerima secara lapang dada. Oleh sebab itu saya mengajak masyarakat adat yang ada di kabupaten Tambrauw untuk bergandengan tangan bersama, mari kita duduk bersama lewat gelar tikar adat yang akan kita lakukan kedepan sehingga apa yang kita inginkan dapat terwujud,” tandas Julius.

Pada momen pembukaan Musyawarah Adat Pembentukan Lembaga Masyarakat Adat Tambrauw (LEMATA), juga dilakukan penyerahan aspirasi kepada Stafsus Presiden, Febiola Ohee, dilanjutkan dengan seminar dalam bentuk diskusi panel yang diselenggarakan di Aula Rumah Sakit Pratama Tambrauw.

 

Anda dapat membaca berbagai berita-berita teraktual kami di platform Google News.

spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Recent

Popular