spot_img
HeadlinesArahan Sikap Tegas Presiden Jokowi ke KKB Bisa Berbahaya, Potensi Ditafsirkan Salah

Arahan Sikap Tegas Presiden Jokowi ke KKB Bisa Berbahaya, Potensi Ditafsirkan Salah

Must read

Jakarta, Mambruks.com-Ketua Umum Forum Cendekiawan Melanesia Republik Indonesia (FORKAMRI) Albert Hama menyayangkan sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memberikan arahan kepada Panglima TNI Laksamana Yudo Margono untuk bersikap tegas terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. Pernyataan Presiden Jokowi tersebut dikhwatirkan justru menjadi pintu masuk untuk melegalkan kekerasan militer di Papua.

“Mungkin ada maksud lain tetapi karena itu disampaikan oleh Presiden sebagai Panglima Tertinggi kepada Panglima TNI yang baru, itu bisa ditafsirkan macam-macam. Sikap tegas itu ukurannya apa? Angkat senjata? Pengerahan kekuatan militer? Atau apa? Ini tidak jelas dan arahan ini sangat berpotensi untuk ditafsirkan macam-macam oleh intitusi TNI dan juga masyarakat tentunya,” kata Albert kepada wartawan di Jakarta, Selasa (19/12).

Menurut Albert Hana, pendekatan humanis merespon ekskalasi konflik yang meningkat di Papua akhir-akhir ini harus dikedepankan dengan semangat dialog persaudaraan. Situasi Papua yang sudah lama konflik memang harus ditangani secara hati-hati dan sedapat mungkin tidak mengguinakan cara-cara kekerasan.

“Ketegasan ala militer bisa berbeda maknanya dengan ketegasan orang sipil. Ini harus dicermati juga. Jangan sampai ada arahan Presiden seperti ini lalu melegalkan kekerasan militer. Ini yang kita antisipasi dan ingatkan agar jangan sampai salah ambil kebijakan,” ucap Albert.

Baca Juga: Jokowi Minta Panglima TNI Tegas ke KKB, Ini Langkah Yudo Margono ke Depan

Oleh karena itu, Albert menghimbau Panglima TNI yang baru dilantik Laksamana Yudo Margono agar tetap konsisten mengedepankan pendekatan humanis di Papua.

“Intinya jangan membawa pesan kekerasan oleh militer, termasuk penambahan pasukan. TNI menurut saya tidak perlu terpancing juga dengan aksi KKB belakangan ini yang makin beringas. Selalu ada ruang negosiasi yang bisa dilakukan supaya tidak ada jatuh korban, sebab hidup manusia itu di atas segala-galanya yang harus kita bela, di atas kepentingan politik apa pun,” tukasnya.

Namun demikian, Albert juga mengingatkan KKB di Papua agar tidak melakukan aksi brutal yang mengorbankan warga sipil. Hal ini bukan saja memicu konflik sosial yang lebih besar tetapi juga memancing kekerasan lain yang tidak diinginkan.

“Karena kalau kita lihat memang yang jadi korban ini warga sipil. Kita ingatkan juga KKB di Papua agar tidak brutal dalam melakukan aksinya. Yang dibunuh itu adalah saudara sebangsa setanah air juga, masyarakat sipil yang tidak bersalah. Intinya kekerasan itu tidak menjadi pendekatan dalam perjuangan apa pun termasuk perjuangan politik KKB di Papua,” pungkas Albert.

Baca Juga: Redam KKB, Jokowi Minta Panglima TNI Yudo Margono Kurangi Personel di Papua

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Yudo Margono mengedepankan operasi penegakan hukum untuk meredam Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua, selain operasi teritorial yang saat ini dijalankan.

Hal ini disampaikan Yudo mengonfirmasi arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat pelantikan Yudo sebagai Panglima TNI pada Senin (19/12) kemarin. Jokowi meminta Panglima TNI bersikap tegas namun tetap humanis terhadap KKB.

“Seperti kemarin penekanan Bapak Presiden (Jokowi), harus tegas namun tetap humanis., Jadi dengan operasi yang sekarang dijalankan, operasi teritorial dan tentunya kita lebih ke penegakan hukum,” kata Yudo usai menggelar prosesi serah terima jabatan (sertijab) Panglima TNI dari Jenderal Andika Perkasa di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, hari ini, Selasa (20/12).

Dalam penegakan hukum, jelas Yudo, TNI akan menangkap KKB ataupun kelompok sipil yang mengganggu keamanan masyarakat di Papua. Selanjutnya akan diserahkan ke Polri.

“Sehingga nanti untuk para, yang buat onar di sana istilahnya melanggar hukum, yang mengganggu masyarakat, kita tangkap dan kita serahkan ke Polri. Karena memang di sana operasinya operasi penegakan hukum,” ujarnya.

Anda dapat membaca berbagai berita-berita teraktual kami di platform Google News.

spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Recent

Popular