Jakarta, Mambruks.com-Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat terus bertambah. Berdasarkan update terbaru oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tercatat, korban meninggal mengalami penambahan menjadi 268 orang, setelah sebelumnya dilaporkan sebanyak 163 orang.
“Korban jiwa meninggal dunia sekarang ada 268. Dari 268, yang sudah teridentifikasi sebanyak 122 jenazah,” ujar Kepala BNPB, Suharyanto dalam konferensi pers daring, Selasa.
Berdasarkan catatan BNPB, ada 151 orang yang dinyatakan masih hilang dan dalam proses pencarian.
“Apakah 151 orang ini nanti dari bagian yang belum teridentifikasi, nanti kami akan dalami lebih lanjut. Bisa saja yang masih hilang itu sebagian ada dalam data 268 yang belum teridentifikasi, karena yang sudah teridentifikasi kan 122 orang,” katanya.
Baca Juga: Presiden Jokowi Pilih Jalur Darat Tinjau Korban Gempa di Cianjur
Adapun korban luka-luka sebanyak1.083 orang, mengungsi 58.362 orang. BNPB juga mencatat kerugian materil, yakni rumah rusak berat sebanyak 6.570 unit, rumah rusak sedang 2.071 unit, rumah rusak ringan 12.641 unit.
“Semua kita masih terus melakukan pendataan,” kata dia.
Lebih lanjut, Suharyanto menyebut ada 12 kecataman di Kabupaten Cianjur yang terdampak gempa bumi. Yakni Kecamatan Cianjur, Karang Tengah, Warungkondang, Cugenang, Cilaku, Cibeber, Sukaresmi, Bojongpicung, Cikalongkulon, Sukaluyu, Pacet, dan Gekrong.
“Daerah yang terdampak ada 12 kecamatan,” kata dia.
Baca Juga: Sebanyak 215 Warga Binaan Lapas Abepura Terima Program Asimilasi Covid 19
Menurut Suharyanto, di 12 kecamatan ini telah berdiri tempat pengungsian yang merupakan pusat penangan korban di tiap-tiap kecamatan. Dia bilang, tempat pengungsian kemungkinan bertambah.
“Karena tempat-tempat pengungsian di 12 kecamata ini adalah tempat pengungsian yang diharapkan terpusat bagi masing-masing kecamatan terkait pengungsi di kecamatan itu,” ujar dia.
Selain terdapat tempat pengungsian di tiap kecataman, menurut Suharyanto, warga juga mendirikan tenda-tenda darurat di dekat rumah mereka.
Menurutnya, BNPB, BPBD, TNI, Polri, kemeterian/lembaga dan semua pemangku kepentingan terus mendampingi pengungsi untuk memastikan warga mendapat pelayanan dan pasokan logistik yang baik.
“Kami usahakan yang masih mengungsi di dekat rumahnya ini bisa masuk ke tempat pengungsian terpusat agar terjamin dari segi perawatan, pelayanan maupun logistik,” tandas dia.