Jakarta, Mambruks.com- Populasi dunia pada 15 November mencapai 8 miliar jiwa. Terkait hal itu, PBB menyampaikan harapan sekaligus kecemasan mereka. Pertumbuhan penduduk sebelumnya tidak pernah secepat saat ini.
Selain itu, laju populasi yang cepat disebabkan penambahan panjang umur yang didukung dengan perbaikan kesehatan masyarakat, nutrisi, kebersihan diri dan obat-obatan.
Baca juga: Laguna Wayag Raja Ampat Menjadi Lokasi Pembesaran Pari Manta
“Tonggak sejarah ini adalah kesempatan untuk merayakan keragaman dan kemajuan, sambil mempertimbangkan tanggung jawab bersama umat manusia untuk planet ini,” ujar Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, dikutip dari laman resmi PBB
Faktanya negara dengan tingkat kesuburan tinggi cenderung menjadi negara dengan pendapatan per kapita paling rendah.
Dengan demikian, pertumbuhan populasi global akan semakin terkonsentrasi di negara termiskin dunia.
“Di negara-negara itu, pertumbuhan penduduk yang cepat dan berkelanjutan dapat menggagalkan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), yang tetap merupakan jalur terbaik dunia menuju masa depan yang bahagia dan sehat,” kata Guterres.
Baca juga: Mengenal Istilah Non Biner, Bukan Pria Ataupun Wanita, Begini Penjelasannya
Welcome to the world, Vinice Mabansag! 👶
Baby Vinice’s birth makes her the world’s symbolic 8 billionth person! She was born at the Dr. Jose Fabella Memorial Hospital in Manila early this morning. pic.twitter.com/SONaQI3IAp
— CNN Philippines (@cnnphilippines) November 15, 2022
Dilansir dari CNN, bayi bernama Vincie Mabansag resmi menjadi warga ke 8 miliar di dunia. Kelahirannya menjadi penanda dunia soal kepastian prediksi PBB terkait jumlah populasi dunia.
Vincie dilahirkan di Dr. Jose Fabella Memorial Hospital, Manila, Filipina.