Jakata, Mambruks.com-Anggota Komisi I DPR RI, Christina Aryani mengapresiasi pemerintah atas berbagai persiapan yang saat ini sudah dipastikan maksimal menjelang perhelatan puncak Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada 15-16 November yang akan datang.
Christina optimis KTT G-20 Bali akan berjalan dengan baik meski di tengah situasi dunia yang kurang baik akibat akibat pandemi Covid-19, ancaman resesi ekonomi global dan situasi geopolitik yang dinamis menyusul perang Rusia dan Ukraina yang tak kunjung berakhir.
“Jika kita lihat persiapan sejauh ini, atensi tinggi Presiden (Jokowi) dan para pejabat tinggi, termasuk Panglima TNI, Kapolri dan yang lainnya kita pantas memberi apresiasi atas seluruh kerja keras pemerintah untuk penyelenggaraan, terutama aspek keamanan yang sejauh ini kami optimis KTT G20 Bali akan berlangsung dengan aman, lancar dan damai,” ujar Christina kepada wartawan di Jakarta, Senin (14/11).
Baca Juga: Christina Aryani Usul Jabatan Panglima TNI Andika Perkasa Diperpanjang
Mengutip Instagram resmi TNI, total lebih dari 18 ribu personel gabungan yang akan terlibat dalam pengamanan KTT G20 nanti. Dari total 18 ribu personel yang terlibat, TNI mendominasi dengan lebih dari 14 ribu personel yang tergabung dalam Kogabpadpam VVIP.
Sisanya berasal dari kepolisian dan institusi lain, yakni 3.200 dari Polri dan 492 dari institusi lainnya. Pengamanan untuk kepala negara dan seluruh tamu KTT G20 ini juga melibatkan Satgas Laut dan Udara.
Menurut Christina, Indonesia cukup mampu mengendalikan dinamika di tengah berbagai isu menjelang perhelatan puncak G20, terutama terkait kehadiran para pemimpin dunia.
“Di sini kita lihat Indonesia memperlihatkan kemampuan diplomasi yang baik. Bahwa tidak semua kepala negara hadir seperti Rusia, Ukraina, Mexico dan Brasil itu tentu sudah melalui komunikasi yang baik dan kita hargai itu,” ujar politisi Golkar itu.
Baca Juga: Christina Aryani: Perlunya Peta Jalan untuk Keamanan Siber Indonesia
Kendati demikian, Christina tetap mengingatkan agar berbagai persiapan terutama antisipasi keamanan bisa lebih ditingkatkan lagi sehingga tidak ada sedikit pun celah bagi pihak yang ingin menggangu jalannya KTT G20 di Bali.
“Kita optimis TNI, Polri dan semua unsur keamanan yang terlibat yang saat ini sedang siaga penuh akan memastikan segalanya berjalan baik, karena gelaran ini menjadi pertaruhan kita sebagai bangsa. Mata dunia melihat Indonesia, sekecil apa pun kemungkinan gangguan harus diantisipasi maksimal,” katanya.
Menyikapi pandangan beberapa pihak akan kemungkinan tidak tercapainya komunike para pemimpin dunia, Christina menilai Indonesia tidak bisa memaksakan kehendak, tapi untuk mengangkat segala isu krusial dalam forum penting ini sudah memberikan nilai tersendiri bagi presidensi Indonesia.
“Jangan lupa ada kesepakatan-kesepatan lain yang berhasil dicapai di bidang kesehatan, dekarbonisasi, mangrove restoration, dll. Semua itu konkret dan menjadi prestasi presidensi kita” tutup Christina.