Jayapura, Mambruks.Com – Rencana kedatangan Ketua KPK RI, Firli Bahuri bersama penyidik dan tim dokter KPK ke Papua, tampaknya bakal disambut baik Gubernur Lukas Enembe dan keluarga.
Hal itu disampaikan Tim Kuasa Hukum Gubernur Lukas Enembe, Roy Rening dihadapan awak media di Jayapura, Selasa (25/10) malam.
“Perlu kami sampaikan, dari hasil pertemuan dengan keluarga yang tadi dihadiri langsung oleh Bapak Gubernur Lukas Enembe beserta Istri, anak dan keluarga. Secara umum, mereka menyambut baik kehadiran Ketua KPK, penyidik dan tim dokter independen dalam kaitan dengan kasus yang menimpa bapak Lukas hari ini,” kata Roy.
Roy beserta timnya telah mendatangi kediaman Gubernur Papua di Koya Tengah untuk melakukan konsultasi hukum berkaitan dengan rencana kehadiran pimpinan KPK, penyidik dan tim dokter independen yang ditunjuk oleh KPK, berkaitan dengan pemeriksaan Lukas Enembe.
“Kehadiran mereka untuk memastikan apakah betul pak Lukas ini masih bisa diperiksa atau tidak? Dan apakah betul sakit atau tidak? Kalau ternyata benar beliau sakit, maka tim dokter independen akan memantau kondisi kesehatannya,” terang Roy Rening.
Dia menjelaskan kehadiran Ketua KPK di Papua guna melihat secara langsung kondisi Gubernur Lukas Enembe.
“Kita menyambut baik kedatangan pak Firli sebagai Ketua KPK yang ingin melihat kondisi pak Lukas, dengan demikian bisa dipastikan bahwa spekulasi yang selama ini terjadi di tingkat publik dalam kaitan dengan kebenaran tentang penyakit pak gubernur bisa segera kita selesaikan,” jelasnya.
Apalagi, lanjut Roy, Gubernur Lukas Enembe telah mengatakan siap diperiksa dan menunggu kepastian jadwal kedatangan rombongan Ketua KPK ke Papua.
“Kami telah mendapatkan kepastian dari keluarga dan akan segera berkoordinasi dengan dengan penyidik KPK bahwa Gubernur bersedia menerima pak Firli beserta, penyidik dan tim dokter untuk ke Koya,” ujarnya.
Roy Rening membeberkan bahwa telah ada pembicaraan sebelumnya antara Gubernur bersama Panglima Kodam XVII/Cenderawasih dan Kapolda Papua menyangkut jaminan keamanan terkait rencana kedatangan tersebut.
“Hasil pembicaraannya terkait jaminan keamanan, karena memang yang paling pasti adalah keamanan harus terjaga dan disini kerjasama antara pihak keamanan dan masyarakat itu penting,” tandasnya.
Roy kembali menegaskan tidak ada penjemputan paksa terhadap Gubernur Papua,” Yang ada adalah memeriksa pak gubernur di Koya sambil melihat situasi dan kondisi pak gubernur,” imbuhnya.