Jakarta, Mambruks.com- Menteri Keuangan Sri Mulyani merespons kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM bersubsidi yang dinilai kurang berempati ke masyarakat.
Hal itu ia sampaikan setelah mendapatkan pernyataan dari salah satu mahasiswa di acara Pembukaan Olimpiade APBN 2022 virtual, Minggu (25/9).
Kritik dilontarkan oleh Dhanil, salah satu mahasiswa dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia menegaskan bahwa Bantuan Langsung Tunai (BLT) tidak membantu keadaan ekonomi masyarakat menengah ke bawah sama sekali.
Baca juga: Raih WTP 8 Kali Berturut-Turut, Pemprov Papua Terima Penghargaan Dari Kemenkeu RI
“Apa pertimbangan pemerintah untuk menetapkan subsidi Pertalite 23 juta kiloliter? Sedangkan kita semua tahu transisi pandemi COVID-19 akan meningkatkan volume aktivitas masyarakat, contohnya petani, nelayan dan sebagainya. Saya berpendapat bahwa kebijakan yang dihasilkan sekarang kurang antisipatif terkait apa yang terjadi, agak sedikit minim empati menurut saya Ibu (Sri Mulyani),” ujar Dhanil.
Menanggapi hal tersebut, Sri Mulyani menegaskan ia memiliki empati dalam memperjuangkan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Kebijakan yang diambil pemerintah menyebabkan konsekuensi.
“Kamu tadi mengatakan ‘ibu kayanya minim empati’. Itu kayanya asik banget tuh. Padahal kita kalau ngomong empati itu artinya apa, terus kita lihat dalam angka, saya justru mengatakan rasanya enggak deh kayanya,” kata Sri Mulyani.
“Berbagai konsekuensi itu kita coba diminimalkan, entah itu kemiskinan. Kita lihat lagi kemiskinan ada program kemiskinan absolut, jangan lihat di satu sisi, APBN begitu beragam yang kita gunakan,” tandasnya.
Baca juga: Akhir September BLT BBM Tahap 1 Cair