spot_img
ScoopDandim 0623 Chilegon Mengecam Pernyataan Effendi Simbolon. Ari: Kami menunggu permintaan maaf...

Dandim 0623 Chilegon Mengecam Pernyataan Effendi Simbolon. Ari: Kami menunggu permintaan maaf Anda

Dandim 0623 Cilegon, Banten, letnan kolonel infanteri Ari Widyo Prasetyo mengecam pernyataan komisioner I RHDR RI Effendi Simbolon.

Must read

Jakarta, Mambruks.com – Dandim 0623 Cilegon, Banten, letnan kolonel infanteri Ari Widyo Prasetyo mengecam pernyataan komisioner I RHDR RI Effendi Simbolon.

Dalam sebuah video yang viral, Ari Vidyo dan tentaranya mendesak anggota parlemen dari kelompok parlemen PDI-P dan meminta maaf atas gosipnya.

Artikel Terkait:
Dudung Sindir Balik Komisi I DPR Soal Isu Kurang Harmonis dengan Panglima TNI

Tidak terima: Mereka mengaku tidak terima pernyataan Effendi Simbolon yang menyamakan TNI dengan kelompok ormas.

Mereka kecewa dengan pernyataan Effendi Simbolon bahwa pimpinan TNI tidak harmonis.

“Anda mengatakan bahwa kepemimpinan kami, Panglima TNI-KSAD tidak harmonis, Anda mengatakan bahwa TNI adalah kelompok seperti ormas. Kami tidak terima, darah kami mendidih.

“Anda Effendi Simbolon, menyakiti kami prajurit TNI, Anda menjebak TNI satu sama lain,” kata Ari Vidyo dalam video yang diposting, Rabu (14/09/2020).

Prajurit TNI sakit hati, meski menyebut pimpinan TNI tidak harmonis, Ari Vidyo menganggapnya sebagai bentuk adu domba.

“Semua prajurit Kodim 0623 Cilegon terluka. Kami mengabdi untuk NKRI, bekerja 24 jam untuk NKRI.”tegasnya

Permintaan Maaf: Ari Vidyo juga menegaskan bahwa semua prajurit TNI solid, bertentangan dengan apa yang dituduhkan Effendi kepadanya.

Dia meminta Effendi untuk berhenti menggunakan kata-kata yang menyakiti TNI.

Ari juga meminta anggota parlemen berusia 57 tahun itu untuk meminta maaf. “Kami menunggu permintaan maaf publik Anda,” katanya tegas.

Tahan diri: Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat, Kolonel Arh Hamim Tohari, meminta tentara untuk tidak menanggapi siaran Effendi Simbolon.

Hamim Tohari mendorong pasukan untuk bijaksana dalam setiap masalah.

“Cerdaslah menyikapi segala sesuatunya,” kata Hamim Tohari saat dikonfirmasi Asumsi.co, Selasa (13/9/2022).

Tidak ada pengaturan: Hamim Tohari membenarkan bahwa tindakan beberapa prajurit tidak diatur oleh pimpinan TNI AD.

Ia menyebutkan bahwa saat ini setiap orang dapat mentransmisikan dan mengakses semuanya melalui jejaring sosial (Medsos).

“Namun, saya katakan bahwa organisasi atau manajemen TNI AD tidak pernah memberi perintah untuk mengambil tindakan reaktif”, tegasnya.

Spontanitas: Hamim Tohari menganggap tindakan beberapa tentara sebagai reaksi spontan. Karena mereka bisa menafsirkan kata-kata Effendi memancing emosi.

“Jika ada reaksi dari tentara atau dari masyarakat, itu mungkin reaksi spontan terhadap pernyataan seseorang di masyarakat yang diduga menghasut kerusuhan”.

Kesaksian Efendi: Diketahui Efendi Simbolon mempertanyakan kondisi internal TNI yang dianggapnya sebagai pembangkangan yang meluas.

Dia mengakui bahwa melihat ketidakharmonisan dan ketidaktaatan di dalam institusi.

Artikel Menarik:
Leonardo DiCaprio dan Gigi Hadid Dikabarkan Sedang PDKT

Hal itu disampaikannya menanggapi kehadiran Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Dudung Abdurahman dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi I di ruang Komisi I Kompleks Parlemen Jakarta, Senin (5/9 /2022).

Pertemuan itu dihadiri Panglima dan beberapa petinggi TNI.

“Kita banyak tahu bahwa ketidaksesuaian, ketidakharmonisan, ketidakhormatan, ini TNI kayak gerombolan lebih-lebih ormas, tidak ada kepatuhan,” katanya.

Anda dapat membaca berbagai berita-berita teraktual kami di platform Google News.

spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Recent

Popular