Bali, Mambruks.com- Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) untuk jenjang pendidikan S1, S2, dan S3 dibuka oleh Kementerian Agama bersama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan.
Melansir dari Kumparan, Program BIB ini merupakan skema beasiswa prestisius kolaborasi antara Kementerian Agama dan LPDP Kementerian Keuangan Republik Indonesia untuk masyarakat Indonesia yang ingin mengembangakan karier, pengalaman, dan jaringan kampus di dalam dan luar negeri. Untuk pendaftaran program ini sudah dibuka mulai 10- 14 September 2022.
Program ini diharapkan dapat membantu Indonesia dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) di Era Revolusi Industri 4.0,” kata Sekjen kementerian Agama Nizar dikutip dari laman resmi Kemenag, Senin (12/9).
Program beasiswa ini diperuntukkan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang merupakan alumni pesantren, lulusan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam/ Ma’had Aly/ Program Beasiswa Santri Berprestasi, Guru dan Tenaga Kependidikan pada Pendidikan Agama Islam, Pendidik dan Tenaga Kependidikan Madrasah, Dosen pada Perguruan Tinggi Keagamaan dan Ma’had Aly, Dosen Pendidikan Agama Islam, dan Pegawai Kementerian Agama.
Baca juga: Warga Papua Apresiasi Kebijakan Pemerintah Naikkan Kuota Beasiswa LPDP
Akan ada tiga tahapan seleksi yang akan kamu ikuti, mulai dari seleksi administrasi, seleksi akademik, dan seleksi wawancara. Seleksi administrasi sendiri akan dilakukan pada 17–19 September 2022 dan hasilnya akan diumumkan pada 20 September 2022.
Sementara untuk seleksi akademik akan dilakukan dalam bentuk Seleksi Bakat Skolastik dan akan digelar pada 22 September 2022. Hasil seleksi akademik (Seleksi Bakat Skolastik) diumumkan pada 26 September 2022.
Untuk peserta yang lulus seleksi akademik akan mengikuti tahap wawancara pada 28-29 September 202. Adapun hasil seleksinya akan diumumkan pada 30 September 2022.
Nah, bagi kamu yang ingin daftar beasiswa ini berikut persyaratan umum yang harus kamu tahu:
- Warga Negara Indonesia (WNI).
- Bagi pendaftar jenjang Sarjana (S1) yakni memiliki ijazah/Surat Tanda Tamat Belajar pada jenjang pendidikan menengah (Madrasah Aliyah/Madrasah Aliyah Kejuruan/Pendidikan Diniyah Formal/Pendidikan Mu’adalah/Pendidikan Kesetaraan pada Pesantren Salafiyah/SMA/SMK pada Pondok Pesantren) dan sederajat. Bagi pendaftar jenjang Magister (S2) memiliki ijazah S1 atau D4 serta transkrip nilai dari perguruan tinggi terakreditasi, dan bagi lulusan Luar Negeri melampirkan hasil penyetaraan Ijazah minimal IPK 3.00. Bagi pendaftar jenjang Doktor (S3) memiliki ijazah S2 atau Surat Keterangan Lulus serta transkrip nilai dari perguruan tinggi terakreditasi, dan bagi lulusan Luar Negeri melampirkan hasil penyetaraan Ijazah dan Konversi IPK, minimal IPK 3.25.
- Pendaftar jenjang Doktor (S3) berstatus sebagai Dosen Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK), Dosen PAI pada PTU (dibuktikan dengan Kartu NIDN/NIDK); Guru di lingkungan Kementerian Agama (dibuktikan dengan Kartu NUPTK/NPK); Pegawai di Lingkungan Kementerian Agama (dibuktikan dengan SK Pegawai).
- Tidak sedang mendaftar, akan menerima, atau menerima beasiswa dari sumber lain yang berpotensi double funding selama menjadi penerima beasiswa Kemenag-LPDP;
- Beasiswa hanya diperuntukkan untuk kelas reguler dan tidak diperuntukkan untuk Kelas Eksekutif, Kelas Karyawan, Kelas Jarak Jauh, Kelas yang diselenggarakan bukan di perguruan tinggi induk, Kelas Paralel atau Internasional khusus tujuan Dalam Negeri, Kelas yang diselenggarakan di lebih dari satu negara perguruan tinggi, dan Kelas lainnya yang tidak memenuhi ketentuan Kemenag-LPDP.
- Bersedia menandatangani Surat Pernyataan Pendaftar Beasiswa di atas materai Rp10.000 sesuai dengan ketentuan-ketentuan sebagaimana tercantum dalam Lampiran;Tidak sedang (ongoing) atau telah menempuh studi program S1/S2/S3 baik pada Perguruan Tinggi di dalam negeri maupun Perguruan Tinggi di luar negeri;
- Bagi pendaftar jenjang Sarjana (S1) menulis esai yang menjelaskan profil diri, motivasi, dan rencana kontribusi terhadap masyarakat (ditulis dalam bahasa Indonesia, 1.000-1.500 kata).
- Bagi pendaftar jenjang Magister (S2) mrencana studi untuk S2 yang memuat alasan pemilihan program studi, topik yang akan ditulis dalam tesis, rencana studi (study plan) dari awal semester hingga selesai, dan aktivitas non-akademik yang akan dilaksanakan (ditulis dalam bahasa Indonesia untuk program S2 di dalam negeri; ditulis antara 1.500-2.000 kata).
- Bagi pendaftar jenjang Doktor (S3) membuat Rencana Penelitian (proposal) disertasi (minimal 3 halaman dan maksimal 5 halaman) ditulis dalam bahasa Indonesia (pendaftar S3 dalam negeri) atau bahasa Inggris atau Arab (pendaftar S3 luar negeri).