Bali, Mambruks.com- Brigadir Paul Hudson Felle, seorang anggota Polisi Republik Indonesia (Polri) yang bertugas di Ditpolair Korps Airud Baharkam Mabes Polri. Brigadir Paul berasal dari kampung Yobeh, Sentani, Kabupaten Jayapura merupakan anak ke-4 dari 7 bersaudara.
Brigadir Paul menyelesaikan pendidikan di SD Inpres Kompa, SMP Negeri 2 Sentani, SMA Negeri 1 Sentani dan pernah juga bergabung di Nemangkawi Mining Institute-Timika.
Saat ini, Brigadir Paul sedang mengikuti pendidikan atau kursus singkat di NASA-John C. Stennis Space Center (SSC) yang terletak Hancock County, Mississippi, Amerika Serikat, di tepi Sungai Pearl di perbatasan Mississippi–Louisiana, dan akan selesai pada akhir bulan ini (September).
Dirangkum dari Seputarpapua.com, putra dari pasangan Lea Felle dan Soleman Felle ini bercerita kesannya berkesempatan belajar di luar negeri.
Brigadir Paul menjelaskan, awalnya Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Mabes Polri mendapatkan surat undangan kursus atau sekolah singkat dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia tentang kerjasama militer antar negara.
Kemudian dilanjutkan melalui telegram ke masing-masing divisi yang memang sesuai dengan prsyaratan yang mereka cantumkan dalam surat undangan.
“Staf kerjasama luar negri kami menyampaikan hal ini kepada saya dan saya tertarik untuk mengikutinya, tapi sebelum kesini kita dikasih tes dulu dari Kedutaan Amerika,” ungkap Brigadir Paul.
Brigadir Paul mengakui, tidak mudah untuk bisa lolos mengikuti kursus tersebut, karena harus melewati berbagai tes, salah satunya adalah tes English Comprehension Level (ECL) mirip dengan International English Language Testing System (IELTS) dengan passing grade 75.
“Dan Puji Tuhan dari Kepolisian ada beberapa kandidat yang lolos, tapi sayangnya spot yang ditawarkan pihak USA hanya bagi para pemegang nilai tertinggi. Jadi yang bisa mewakili Polri 2 orang, TNI 2 orang dan Coast Guard (Bakamla) 2 orang. Masing-masing kami mengikuti kursus yang berbeda-beda,” tutur Brigadir Paul.
Baca Juga: Mengenal Pakaian Adat Suku Dani Papua yang Dijadikan ‘Meme’ Anies Baswedan
“Puji Tuhan meskipun saya masih Bintara Puji Tuhan, bisa disejajarakan dengan perwira disini. Semoga bisa mmbuat harum Indonesia terlebih nama anak Papua. Amen,” ujar Brigadir Paul.
Selama mengikuti kursus, Brigadir Paul setiap hari menggunakan seragam Tentara Angkatan Laut Amerika, sebab base program yang diikuti adalah Angkatan Laut sehingga mereka wajib mengikuti regulasi yang diberikan.
“Kami disini pada umumnya orang yang bersekolah dan tinggal di dorm (asrama), setiap pagi harus bangun jam 06.00 untuk memulai olahraga, sarapan dan bersiap menuju kelas pada pkul 09.00,” kata Paul.
Menurut Paul, ada dua metode belajar. Pertama di dalam kelas melakukan operation planning, dan kedua ke lapangan melalukan praktek operation planning yang telah dibuat.
“Kelas akan kelar pada pukul 5 sore. Setelah pulang sampainya di dorm, saya pun lanjut bergabung bermain voly bersama teman-teman dari negara tetangga. Kami punya berbagai kunjungan khusus ke tempat-tempat bersejarah, mall, outlet, wallmart or tempat nongkrong negara ini pada hari weekend,” ungkapnya.
Brigadir Paul tergabung dalam kelas semester 22.5 yang terdiri dari berbagai negara ada Indonesia, Malaysia, Filipina, Taiwan, Singapura, Latvia, Antigua Barbuda, Trinidad dan Tobago, German, Republik Ceko, Serbia, Suriname dan USA.