spot_img
HeadlinesKomisi I DPR Panggil Panglima TNI Bahas Kasus Mutilasi Warga Papua Pekan...

Komisi I DPR Panggil Panglima TNI Bahas Kasus Mutilasi Warga Papua Pekan Depan

Must read

Jakarta, Mambruks.com-Anggota Komisi I DPR Effendi Simbolon mengatakan komisinya menjadwalkan pemanggilan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman terkait kasus mutiliasi empat warga Papua di Timika. Rencannya, rapat dengar pendapat (RPD) dengan Andika dan Dudung digelar pekan depan.

“Kita sangat mengutuk itu perbuatan dari para prajurit dan perwira. Ini kan kita harus tahu, kita minta Panglima Tni Jenderal Andika dan Kepala Staf Angkatan Darat jenderal dudung untuk memberikan penjelasan pertanggungjawabannya,” ujar Effendi di komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/8).

Menurut dia, kasus mutilasi tersebut harus diusut tuntas dengan membentuk tim khusus (timsus). Usulan agar pemerintah membentuk timsus telah disampaikan Effendi beberapa jam sebelumnya dalam rapat kerja dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

“Karena ini kan sangat serius, karena ada satu kejadian yang luar biasa dikakukan oleh oknum ya, oknum dari TNI yang melakukan dugaan, pembunuhan yang sadis. Mutilasi itu kan pembunuhan yang sangat sadis,” kata politikus PDIP itu.

Baca Juga: DPR: Pembunuhan di Papua Lebih Hebat dari Kasus Sambo, Tentara Mutilasi Warga Sipil

Effendi menilai, selain pelanggaran yang luar biasa, kasus mutilasi tersebut merupakan sebuah konspirasi. Karena itu, perlu ada penjelasan detail dari Panglima TNI dan KSAD.

“Dan saya kira ini ada konspirasi, dugaan saya. Karena ini ada juga nilai transaksi, nilai-nilai, dugaan ya, kegiatan lainnya ada suplly transaksi senjata, ada kemungkinan juga urusan ekonomi, narkoba,” katanya.

Selain itu, Effendi mengatakan, kasus ini perlu dilakukan investigasi secara serius, sebab mutilasi itu terjadi di wilayah Papua yang sensitif secara politik.

“Kita harus melihat ini sangat-sangat serius karena bukan hanya pembunuhan semata masalah mutilasi, yang sudah sangat mengerikan dan itu dilakukan di Papua diduga sensitif kembali,” pungkas dia.

Baca Juga: Temui Keluarga Korban Mutilasi, Natalius Pigai Kumpulkan Informasi Soal Pembunuhan

Sebelumnya, Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Teguh Muji Angkasa, mengatakan, enam anggota TNI-AD yang bertugas di Brigif 20 Kostrad diduga terlibat dalam kasus pembunuhan di Timika.

“Saat ini keenam prajurit sudah ditahan di Den POM Timika. Motif dan latar belakang nya masih didalami,” kata Mayjen TNI Teguh Angkasa di Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, Senin (29/8).

Teguh Angkasa mengakui Panglima TNI dan KSAD telah memerintahkan untuk melakukan pemeriksaan dan investigasi terhadap kejadian tersebut.

Kodam XVII Cenderawasih telah bekerjasama dengan Polda Papua untuk mengungkap fakta yang terjadi karena hukum harus ditegakkan.

“Bahkan tim sudah melakukan pemeriksaan terhadap keenam prajurit,” kata Teguh Angkasa.

Anda dapat membaca berbagai berita-berita teraktual kami di platform Google News.

spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Recent

Popular