spot_img
HeadlinesKeluarga Korban Mutilasi Papua Ancam Lakukan Serangan Balasan, Minta Pelaku Dihukum Mati

Keluarga Korban Mutilasi Papua Ancam Lakukan Serangan Balasan, Minta Pelaku Dihukum Mati

Must read

Timika, Mambruks.Com-Ketua Komisi A DPR Kabupaten Nduga Leri Gwijangge menyampaikan tuntutan pihak keluarga korban mutilasi agar para pelaku yaitu enam anggota TNI dan 3 warga sipil dihukum mati. Keluarga juga meminta agar proses hukum terhadap para pelaku dilakukan dengan transparan dan terbuka untuk memenuhi rasa keadilan korban, pihak keluarga dan juga masyarakat Suku Nduga dan Papua pada umumnya. Jika penegak hukum tidak memberikan hukuman mati, keluarga memastikan akan melakukan serangan balasan dalam bentuk apa pun.

“Kami sudah sejak hari Jumat lalu turun langsung menemui keluarga korban yang adalah warga kami dari Suku Nduga, dan tuntutan mereka satu agar pelaku dihukum mati. Itu adalah hukuman yang pantas mereka terima setimpal dengan kejinya pembunuhan yang mereka lakukan terhadap msayarakat kami Suku Nduga,” ucap Leri kepada Mambruks.Com, Kamis (1/9)

Ia menjelaskan, keluarga merasa sangat terpukul dengan aksi biadab dan keji yang dilakukan pada anggota keluarga mereka. Apalagi keluarga mencurigai dugaan kuat adanya motif pembunuhan berencana yang sudah dirancang jauh hari untuk melakukan pembunuhan.

“Ini sangat keji, kejam, dan patut dicatat baru pertama kali kejadian seperti ini di Papua. Kami mewakili masyarakat kami Suku Nduga meminta agar proses hukum terhadap pelaku dibuat seadil-adilnya, terbuka supaya disakksikan oleh masyarakat kami dan beri hukuman yang setimpal, yaitu hukuman mati, bukan hukuman seumur hidup. Catat! Hukuman Mati” tegas Leri.

Polisi Temukan Potongan Tubuh Korban Mutilasi Ke-4

Leri menegaskan sampai saat ini pihak keluarga memercayai penegak hukum baik di insitusi militer maupun sipil untuk bisa menegakan hukum seadil-adilnya bagi para pelaku. Hanya saja catatannya, pihak keluarga tidak akan menerima jika para pelaku ujungnya tidak mendapat sanksi setimpal yaitu hukuman mati.

“Artinya sampai saat ini kami juga apresiasi bahwa masyarakat kami suku Nduga tidak bertindak berlebihan. Tapi jika ternyata para pelaku tidak dihukum mati, maka keluarga akan mengambil langkah untuk melakukan pembalasan. Itu yang mereka sampaikan,” ucap Leri.

Baca Juga: Beredar Foto 6 Anggota TNI Pelaku Mutilasi Warga di Timika Papua

Ketua Partai Perindo Kabupaten Nduga tersebut mengakui jika masyarakat Nduga saat ini sangat terpukul dan mengalami trauma mengetahui betapa kejamnya pembunuhan yang dilakukan.

“Ini sangat tidak manusiawi. Sangat keterlaluan. Msayarakat trauma. Satu-satunya jalan untuk mengendalikan situasi dan emosi masyarakat saat ini adalah beri hukuman setimpal pada pelaku, yaitu hukuman mati, bukan hukuman lain-lain,” pungkas Leri.

Anda dapat membaca berbagai berita-berita teraktual kami di platform Google News.

spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Recent

Popular