spot_img
HeadlinesKomisi III DPR Bungkam Komentari Kasus Irjen Ferdy Sambo

Komisi III DPR Bungkam Komentari Kasus Irjen Ferdy Sambo

Must read

Jakarta, Mambruks.com-Anggota Komisi III DPR Arsul Sani angkat bicara mengenai komisinya yang irit bicara terkait kasus tewasnya Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J di rumah mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo.

Dalam hal ini, Arsul mengaitkan kritikan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD, yang menilai DPR tidak gegap gempita seperti biasanya.

“Saya kira kami harus jelaskan, bahwa kalau irit atau tidak berkomentar itu bukan berarti diam saja. Nah, dalam kasus yang sensitif ini, pimpinan Polri memang secara informal, kenapa kok secara informal? Karena pad saat ini lagi reses,” kata Arsul Sani di komplek Senayan, Jakarta, Selasa (9/8).

Baca Juga: Komnas HAM Tunggu Kesiapan Istri Ferdy Sambo untuk Dimintai Keterangan

Politikus PPP ini menyatakan Komisi III mengawal perkembangan kasus Brigadir J, baik di dalam penyelidikan yang dilakukan Komnas HAM maupun di Bareskrim Polri. Saat ini, kata dia, Komisi III memberikan ruang yang sebesar-besarnya kepada penyidik untuk melakukan tugasnya.

“Kami di DPR menghindari memang untuk offside ya. Buat offside itu saya misalnya, yang berwenang mengumumkan tersangka itu kan Bareskrim Polri, jangan juga ada pejabat lain yang menyampaikan ada tersangka ketiga,” ujarnya.

Selain itu, Arsul mengatakan Komisi III juga menyampaikan secara informal kepada Komnas HAM agar dalam tugasnya dibedakan dengan Bareskrim Polri. Dengan demikian, pernyataan Komnas HAM tidak menimbulkan kegaduhan baru.

“Komnas HAM kan kewenangannya melakukan penyelidikan ke dalam konteks adanya pelanggaran HAM di kasus itu. Tapi kalau komunikasi publiknya itu seperti sedang menyidik dalam kerangka pro yustisia, maka kemudian akan menimbulkan kesan juga pada publik,” tegas Arsul.

“Ini yang punya kewenangan melakukan penyidikan pro yustisia ini siapa sih? Jadi ini juga harus, jangan kemudian karena kasus ini terjadi overlapping. Overlapping apa? Tugas dan tanggung jawab,” sambung Arsul.

Baca Juga: Krishna Murti Tiba-Tiba Tulis Begini Setelah Irjen Ferdy Sambo Ditahan

Arsul menambahkan, pihaknya juga tidak berkomentar banyak karena pada dasarnya tugas Polri sudah pada jalurnya.

“Yang kedua juga menurut saya, karena Polri-nya itu pada hakikatnya kan on track, on progres, karena itu yang kita lakukan adalah dalam kerangka mengawal dan mengawasi. Tapi juga jangan mendikte gitu loh, karena itu kesannnya juga kita tidak percaya dengan Polri kita,” pungkas Arsul.

“Saya kira itu yang menjadi kesadaran bersama seluruh lembaga maupun pejabat negara,” imbuhnya menambahkan.

Anda dapat membaca berbagai berita-berita teraktual kami di platform Google News.

spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Recent

Popular