Jakarta, Mambruks.com– People pleaser adalah sebutan bagi seseorang yang selalu berusaha untuk menyenangkan orang-orang di sekitarnya. Bagi para wanita, sifat ini juga bisa disebut dengan good girl syndrome.
Seorang people pleaser merasa bahwa setiap ajakan orang lain harus diikuti untuk menyenangkan perasaan orang yang mangajak. Tapi, tanpa disadari hal tersebut adalah perilaku toxic terhadap diri sendiri. Dimana sifat ‘nggak enakan’ itu tanpa disadari telah menyakiti diri sendiri hanya demi menyenangkan hati orang lain.
Tentu itu bukanlah yang baik, karena jika dilakukan secara terus-menerus akan berefek buruk terhadap mental atau psikis. Yang lebih parah lagi ialah ketika orang di sekitarmu memang sengaja memanfaatkanmu karena kamu adalah seorang people pleaser.
Baca juga: Kenali Hubungan Toxic di Lingkungan Pertemanan
Sementara itu, tidak ada penyebab pasti mengapa seseorang menjadi people pleaser. Namun diketahui bahwa orang yang insecure dan memiliki trauma masa lalu, seperti pelecehan seksual atau broken home, cenderung akan tumbuh menjadi people pleaser.
Tanda yang paling terlihat dari people pleaser adalah sulit untuk mengatakan tidak atau menolak permintaan seseorang. People pleaser akan berusaha keras untuk melakukan hal yang diminta orang lain demi kebahagiaan orang tersebut.
Selain itu, ada beberapa tanda yang bisa dikenali pada people pleaser, antara lain:
- Merendahkan diri sendiri
- Selalu setuju dengan pendapat orang lain dan mengabaikan pendapat pribadi untuk menghindari perdebatan
- Merasa bertanggung jawab atas perasaan orang lain
- Meminta maaf atas hal-hal yang sebenarnya tak perlu
- Menyalahkan diri sendiri
- Tidak memiliki banyak waktu luang untuk diri sendiri
- Merasa takut jika ada orang yang marah
- Membutuhkan pujian untuk merasa berharga
- Tidak pernah pengakui perasaan sendiri, baik itu saat sedih atau marah
- Selalu mau membantu orang lain, tapi sungkan menerima bantuan
Dilansir dari Hipwee, menjadi seorang people pleaser akan membuat kamu tidak mengetahui bagaimana caranya mencintai diri sendiri. Orang lain memang menyukainya, tetapi juga akan memanfaatkan kebaikan yang kamu miliki. Ingat, kebahagiaan diri sendiri adalah yang utama. Untuk berhenti menjadi people pleaser, kamu harus melakukan beberapa langkah di bawah ini:
1. Berani berkata ‘tidak’
Salah satu tanda dari seorang people pleaser adalah selalu meng’iya’kan setiap ajakan orang lain. Meskipun kita juga berhak untuk menolak, terkadang kita lebih takut jika penolakan kita menyakiti hati orang lain. Padahal, jika memang kita tidak berkenan untuk menerima ajakan orang lain, cukup katakan tidak. Jangan sampai kita ikut hanya terpaksa karena tidak mau orang lain merasa kecewa. Namun, saat kita berniat untuk menolak ajakan orang lain, pastikan disertai dengan alasan yang jelas agar orang yang mengajak tidak tersinggung ataupun sakit hati.
2. Jadilah pribadi yang lebih tegas lagi
Meskipun kita sudah menolak ajakan dengan berkata ‘tidak’, tapi terkadang masih saja dipaksa untuk ikut. Maka dari itu, kita harus lebih tegas lagi saat menghadapi situasi seperti itu. Hal itu dilakukan agar kita tidak terus-menerus diremehkan ataupun dimanfaatkan oleh orang lain. Selain itu, ketegasan diri juga baik untuk menguatkan prinsip dalam hidup.
Artikel menarik: Restoran dengan Staf Judes dan Kasar akan Segera Hadir di Indonesia
3. Ingat bahwa hidupmu itu bukan hanya untuk menyenangkan hati orang lain
Setiap kita berhak menentukan jalan terbaik untuk bahagia, jadi jangan pernah mengorbankan kebahagiaan hanya untuk menyenangkan hati orang lain. Dan yang perlu diingat, setiap kita juga memiliki kesibukannya masing-masing, jadi kita memiliki hak untuk tidak selalu menuruti kemauan orang lain.
4. Prioritaskan kebahagiaan diri
Memang, kita tidak boleh terlalu egois karena terlalu mementingkan diri sendiri. Namun, kita juga harus memahami situasi dan kondisi ketika hal yang kita lakukan itu memberikan dampak baik atau buruk. Karena sesuatu yang dipaksakan, tidak berarti suatu saat akan menjadi terbiasa menjadi baik, namun bisa jadi hal itu menjadi toxic yang menjadikan diri justru terbiasa tertekan. Jadi, janganlah kita egois terhadap diri sendiri hanya demi mendapat anggapan ‘orang baik’ dari orang lain.
5. Menjadi baik bukan berarti harus selalu ada untuk orang lain
Menjadi baik bukan berarti harus selalu mengikuti kemauan orang lain, tapi ada banyak cara yang bisa dilakukan. Jangan sampai hanya demi dianggap baik oleh orang lain, kita selalu menuruti dan selalu ada untuk orang lain. Karena tanpa disadari, kita juga butuh bantuan dari orang lain, tidak melulu orang lain yang butuh bantuan kita. Dan juga, menjadi baik itu tidak harus selalu hadir untuk orang lain, namun bisa juga dengan cara menghargai dan mengapresiasi juga menjadi salah satu kebaikan.