Jakarta, Mambruks.com – PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) meraup laba bersih sebesar 24,88 Triliun dalam waktu 6 bulan sepanjang semester I 2022.
Menurut laporan laba tahun diatribusikan ke entitas induk melonjak 98,7% dari Rp. 12,47 Triliun pada semester yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan net profit di topang dengan kenaikan pendapatan bunga sebesar Rp. 76,86 Triliun.
Pendapatan tumbuh 10% sepanjang year on year dari Rp. 69,95 Triliun pada Juni 2021.
Beban bunga menjadi turun 18% year on year dari Rp. 14,98 Triliun menjadi Rp. 12,24 Triliun. Sehingga pendapatan bersih meningkat 18% menjadi Ro.64,61 Triliun.
Artikel Menarik:
Gunung Raung Meletus: Semburkan Abu Vulkanik 1.500 Meter, Mengarah ke Jember dan Bondowoso
Ekspansi Kredit tumbuh 6% pada akhir tahun lalu, yang asalnya Rp. 994,41 Triliun menjadi Rp. 1.051 Triliun.
DPK (Dana Pihak Ketiga) BRI berkonsolidasi mencapai sebesar Rp. 1.136 Triliun.
Aset perseroan tetap terjaga apabila rasio kredit bermasalah secara gros naik dari 3,27% pada Juni 2021, pada Juni 2022 menjadi 3.32%.
NPL (Non performing load) net turun yang asalnya 0,93% menjadi 0,86%.
LDR (loan to deposit ratio) meningkat sebesar 88,95%, yang asalnya 84,52%.
Untuk NIM (net interest margin) naik menjadi 7,35%, yang asalnya 7,02%.