spot_img
ScoopPanglima TNI Siapkan Dokter Terbaik Bantu Autopsi Ulang Jenazah Brigadir J

Panglima TNI Siapkan Dokter Terbaik Bantu Autopsi Ulang Jenazah Brigadir J

Must read

Jakarta, Mambruks.com-Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menyatakan kesiapan TNI untuk memberikan bantuan pelaksanaan autopsi ulang terhadap jasad Brigadir. Nopryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Kendati demikian, Andika mengaku belum menerima permohonan secara resmi.

“Jadi saya, TNI siap membantu dan kita pasti hadirkan dokter-dokter maupun semua perangkat medis yang diperlukan yang terbaik. Karena ini adalah misi kemanusiaan,” ujar Andika Perkasa dalam keterangannya, Sabtu (23/7).

Baca Juga: Kasus Penembakan Brigadir J – Jokowi Minta Kapolri Menjaga Kepercayaan Masyarakat Untuk Diusut Tuntas Dan Transparan

Meksi belum menerima permohonan resmi, Andika perlu memastikan terlebih dahulu tim dokter yang bakal diterjunkan untuk membantu proses autopsi tersebut.

“Saya harus pastikan rumah sakit mana, tim dokternya pun kita pilih yang senior, sehingga mereka bisa memberikan penilaian maupun misalnya sumbangsih dari segi keilmuan itu lebih maksimal,” katanya.

Tak hanya itu, Andika juga berjanji turut mengawasi objektivitas hasil autopsi jasad Brigadir J yang tewas usai baku tembak dengan Bharada E di rumah dinas Kadiv Prompam Polri nonaktif, Irjen Ferdy Sambo.

“Saya ingin memastikan detilnya supaya saya sendiri bisa mengawasi, mengawasi objektivitas, itu kan tidak mudah di lapangan. Dan yang lebih penting memang terkendali dalam arti tidak intervensi sedikit pun sehingga mereka bisa memberikan opini yang benar-benar objektif,” tegas Andika.

Baca Juga: 4 Fakta Pencopotan Kapolres Jaksel dan Karo Paminal Terkait Kasus Brigadir J

Permintaan untuk autopsi itu disampaikan kuasa hukum keluarga Brigadir J dalam gelar awal yang dilakukan Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri, Rabu (20/7) petang yang dihadiri penyidik dan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi mengatakan, ekshumasi harus secepatnya dilakukan guna mengantisipasi proses pembusukan mayat. Namun, belum ditentukan kapan jadwal ekshumasi dilaksanakan.

Dalam proses ekshumasi tersebut penyidik segera berkoordinasi dengan kedokteran forensik termasuk melibatkan unsur-unsur di luar kedokteran forensik serta persatuan kedokteran forensik.

 

 

 

Anda dapat membaca berbagai berita-berita teraktual kami di platform Google News.

spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Recent

Popular