Jakarta, Mambruks.Com-Tokoh Nasional Hak Asasi Manusia Natalius Pigai turut memberikan komentarnya terkait pemanggilan Presenter TV One Brigita Manohara oleh KPK dalam dugaan kasus korupsi yang membelit Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak.
Melalui laman media sosial twitternya @NataliusPigai2, tokoh Papua tersebut meminta kepada masyarakat Indonesia untuk tidak membangun framing negatif terhadap Brigitta atas panggilan sebagai saksi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Sebagai Pembela kemanusiaan, saya minta seluruh rakyat tolong jaga nama baik,citra, harkat dan Martabat dan tidak bangun framing negatif pada Brigita P Manohara” tulis Pigai dalam cuitannya yang dikutip kembali oleh mambruks.com Selasa (19/5).
Baca Juga :Terkait Korupsi Bupati Mamberamo Tengah, Brigita Manohara Meminta Maaf Kepada TVOne
Natalius menganggap apa yang terjadi sebagaimana dalam pemberitaan media tidak semuanya benar dan Brigita adala orang baik.
“Belum tentu Manohara bersalah, beliau orang yang baik, cerdas dan aaet yang unggul” tutup pigai dalam cuitannya yang turut memberikan link sebuah Berita Politik yang dimuat oleh medionline berjudul “Bantah Mangkir, Presenter TV Brigita Manohara Ngaku Belum Terima Surat Panggilan KPK”.
Pigai mengatakan, sebagai pembela kemanusiaan, dirinya meminta kepada seluruh rakyat untuk menjaga nama baik, citra, harkat, dan martabat, serta tidak bangun framing negatif kepada Brigita.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Juru bicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri mengatakan, tim penyidik sudah mengagendakan pemanggilan kepada Brigita untuk datang ke Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan pada Jumat lalu (15/7) guna diperiksa sebagai saksi kasus yang menjerat Bupati Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak.
Baca Juga :Terkait Korupsi Bupati Mamberamo Tengah, Brigita Manohara Meminta Maaf Kepada TVOne
Akan tetapi, Brigita tidak hadir tanpa memberikan alasan. Padahal, surat sudah dikirim ke alamat Brigita yang ada di Surabaya, sesuai data yang dimiliki KPK.
Namun demikian, Brigita membantah disebut mangkir. Menurut Brigita, dirinya belum menerima surat panggilan dari KPK. Apalagi, Brigita mengaku sudah tidak tinggal di Surabaya sejak 2012 lalu, sehingga tidak menerima surat panggilan KPK.
“Penerima surat yakni orang yang menyewa rumah tersebut siang tadi menjelaskan bahwa dia yang menerima tetapi lupa tidak menyampaikan, yang bersangkutan baru menjelaskan jika menerima surat ketika dikomplain adik saya setelah beredar kabar di media bahwa saya ‘mangkir’,” ujar Brigita kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa malam (19/7).
Selain itu, Brigita juga membenarkan bahwa dari komunikasi dengan tim penyidik kemarin, Selasa (19/7), bahwa dirinya dijadwalkan kembali diperiksa pada Senin pekan depan (25/7).