Jakarta, Mambruks.com-Kuasa hukum keluarga Brigadir J atau Nofryansah Hutabarat, Kamaruddin Simanjuntak membeberkan pengakuan mengejutkan perihal izin autopsi jenazah, usai tewas ditembak Bharada E di rumah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo dua pekan lalu.
Menurut Kamaruddin, aparat kepolisian mengautopsi jenazah Brigadir J tanpa mendapat restu kedua orang tuanya.
“Yang saya tahu tidak dapat. Hanya adiknya dipanggil Karoprovos disuruh pergi ke rumah sakit Polri,” kata Kamaruddin kepada wartawan, Selasa (19/7).
Adapun adik Brigadir J bernama Bripda LL Hutabarat. Anggota kepolisian yang bertugas di Mabes Polri itu oun sudah dimutasi ke Polda Jambi.
Baca Juga: Akhirnya Kapolri Copot Irjen Ferdy Sambo dari Kadiv Propam Polri
Konon, Bripda LL itu disuruh menandatangani sepucuk surat tanpa melihat jenazah Brigadir J.
“Disuruh menandatangani satu kertas tanpa melihat abangnya yang sudah meninggal tanpa mengetahui luka mana yang akan diautopsi atau bagian mana saja yang tertembak atau tersayat, atau telah dirusak,” ujar Kamaruddin.
Kamaruddin mengeklaim adik Brigadir J mengamini permintaan itu sebagai perintah atasan terhadap bawahan.
“Jadi, ini lebih kepada mengedepankan perintah, karena yang memerintah ini Brigjen Polisi. Memerintah seorang Brigadir Polisi dua,” kata Kamaruddin.
Baca Juga: Komnas HAM Kumpulkan Bukti Kasus Penembakan Brigadir J di Rumah Irjen Pol Ferdy Sambo
Kamaruddin juga mengeklaim adik Brigadir J tak ikut mendampingi saat proses autopsi berlangsung.
“Dia (adik Brigadir J, red) tidak bisa mendampingi saat autopsi, sehingga dia tidak tahu apa yang dilakukan di dalam,” pungkas Kamaruddin Simanjuntak.
Brigadir J tewas seusai terlibat baku tembak dengan Bharada E di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jaksel pada Jumat (8/7).
Menurut penjelasan Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Ramadhan, peristiwa baku tembak itu terjadi setelah Brigadir J keluar dari kamar istri Kadiv Propam Polri, Putri Candrawati.
Ramadhan mengatakan Brigadir J awalnya masuk ke kamar pribadi Pak Sambo saat Putri sedang beristirahat.
Istri Irjen Ferdy Sambo sempat berteriak minta tolong. Teriakan itu membuat Brigadir J panik dan langsung keluar kamar.
Teriakan Putri menarik perhatian Bharada E yang konon berada di lantai dua rumah tersebut.
Kedua polisi itu terlibat baku tembak dan berakhir dengan kematian Brigadir J.