Jakarta, Mambruks.Com – Aktivis Nasional Hak Asasi Manusia Natalius Pigai membuka kemungkinan Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak kabur ke Papua New Guinea bisa dibunuh atau dihilangkan.
Hal tersebut disampaikan Pigai melalui cuitan akun Twitternya @NataliusPigai2, Selasa (19/7). “Saya duga RHP ke PNG, dihilangkan atau dibunuh?” ungkap Pigai.
Ia juga mengingatkan agar pejabat lain di Papua tidak boleh jumawa atas kasus yang menimpa Ricky. Kata Pigai, Ricky hanya kena apes saja. “RHP hanya kena apes saja, tidak artinya yang lain itu bersih. Jangan jumawa, jangan jadi penjilat Jakarta, jangan juga jadi penghianat rakyat. Tugas Pejabat itu Bangun Rakyat,” kata Pigai mengingatkan.
Baca Juga : Partai Demokrat Minta Bupati Membrano Tengah Ricky Ham Pagawak Serahkan Diri ke KPK
Diketahui Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak menjadi buronan atas kasus dugaan siap dan gratifikasi.
Ricky Ham masuk dalam dalam daftar pencarian orang (DPO) KPK lantaran tak kooperatif terhadap proses hukum kasus dugaan suap dan gratifikasi pelaksanaan berbagai proyek di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamberamo Tengah.
Ricky diduga kabur ke Papua New Guinea dibantu oleh orang terdekat. Hal tersebut sebagaimana disampaikan Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat pihaknya telah melakukan pemanggilan dan pemeriksaan sejumlah pihak terkait kaburnya Ricky Ham Pagawak, di antaranya orang terdekat.
Kendati demikian, Ali menyebut hingga saat ini KPK masih melakukan analisis terkait hasil pemeriksaan tersebut.