Jakarta, Mambruks.com – Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, mengumunkan pengunduran diri dari Partai Konservatif, posisi yang menjadikannya Perdana Menteri.
Pada Pidatonya, Boris Johnson mengucapkan, “Saya ingin Anda tahu bahwa betapa sedihnya saya mundur dari pekerjaan terbaik di dunia.”
Boris Johnson juga mengatakan sangat bangga atas pencapaiannya, yaitu membereskan Brexit, keluarnya Inggris dari Uni Eropa, melalui pandemi Covid-19, dan memimpin Barat menghadapi penyerangan Vladimir Putin kepada Negara Ukraina.
Artikel Lainnya:
Terkait Kasus Cabul, Izin Pesantren Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah Jombang Dicabut
Keputusan Boris Johnson untuk mengundurkan diri karena lebih dari 50 eksekutif pemerintahan mundur.
Pengunduran diri ini adalah yang terbesar sejak 1932, dan saat itu tercatat 11 anggota pemerintahan yang mundur.
Skandal Boris Johnson
Adapun Skandal Dibalik Menteri Inggris Boris Johnson Mengundurkan Diri adalah
- The Pincher Affair
Pengunduran diri massal pada pekan ini kemudian tuduhan mantan pegawai negeri senior bahwa Kantor Perdana Menteri Inggris menyerahkan informasi palsu perihal tuduhan pelecehan seksual di masa silam terhadap anggota Parlemen Christopher Pincher.
- Partygate
Istilah “Partygate” diciptakan untuk merujuk pada kasus pesta yang diadakan di Pemerintahan Johnson, termasuk di Downing Street, kantor sekaligus tempat tinggal Perdana Menteri Inggris, yang melanggar aturan Covid-19.
Boris Johnson didenda karena menghadiri pesta ulang tahun, dan dipaksa meminta maaf kepada Ratu Elizabeth II setelah didapati staf berpesta di Downing Street pada malam pemakaman suaminya Pangeran Philip pada 18 Apr 2021.
- Owen Paterson Affair
Tahun lampau, Komite Standar Parlemen Inggris menyarankan penghentian sementara anggota parlemen Partai Konservatif dan mantan menteri Owen Paterson selama sebulan.
Paterson akhirnya mengundurkan diri dan pemerintah mengacuhkan perubahan yang diusulkan. Partai Konservatif kalah dalam pemilihan Paterson.
- Penyelidikan Renovasi
Setelah pembaharuan kediaman Johnson di Downing Street, yang dipimpin seorang perancang selebriti termasuk wallpaper emas.
Komisi Pemilihan Parlemen Inggris mendenda Partai Konservatif £ 17.800 karena gagal memberitakan sumbangan secara akurat untuk membayarnya.
Artikel Menarik Lainnya:
Sinopsis Film Coming Soon, Nonton Film Hantu di Bioskop yang Berujung Maut
- Skandal Seks
Anggota parlemen dan Imran Ahmad Khan yang berasal dari Partai konservatif mengundurkan diri setelah dinyatakan bersalah melakukan pelecehan seksual terhadap seorang bocah laki-laki berusia 15 tahun.
Neil Parish, anggota parlemen yang berasal dari Partai Konservatif, mengundurkan diri setelah mengakui dia menyaksikan pornografi di telepon genggamnya di House of Commons sejumlah dua kali, dalam “[a] moment of madness”.
Anggota parlemen Partai Konservatif lainnya ditangkap karena diduga melakukan pemerkosaan, pelanggaran seksual, dan pelanggaran lainnya.
Anggota parlemen itu dilepaskan dengan biaya tebusan pada Mei dan belum diungkap di media untuk menjaga identitas korban.