Jakarta, Mambruks.com – Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dengan Kurikulum Merdeka Belajar karena kondisi wabah COVID-19 memang menyebabkan banyaknya hambatan dalam proses pembelajaran di satuan Pendidikan dan memberikan pengaruh yang cukup signifikan.
Karena Hal tersebut Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikburistek) mengembangkan Kurikulum Merdeka Belajar yang diberikan kepada satuan pendidikan.
Hal itu dilakukan sebagai opsi tambahan dalam rangka melakukan pemulihan pembelajaran selama 2022-2024, dikutip dari laman kurikulum-demo.simpkb.id Detail IKM, pada Selasa (5/07/2022)
Artikel Terkait:
Supaya Mahasiswa Dapat Bantuan Studi, Ini Syarat Yang Ditetapkan BPPSDM Pegubin
Apa itu Kurikulum Merdeka Belajar?
Kurikulum Merdeka Belajar adalah kurikulum yang bertujuan untuk mengasah minat dan bakat anak sejak dini, dikutip dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (kemdikbud.go.id), pada Jumat (1/07/2022).
Kurikulum Merdeka Belajar berfokus pada materi esensial, pengembangan karakter, dan kompetensi peserta didik. Kurikulum Merdeka membagi jenjang kelas dari kelas 1 sampai kelas 12 menjadi 6 fase, yaitu Fase A sampai Fase F.
Apa Konsep Utama Kurikulum Merdeka Belajar?
1. Pembelajaran menggunakan media projek agar dapat pengembangan soft skills anak dan karakter sesuai dengan pelajar Pancasila.
2. Fokus pada materi esensial sehingga ada cukup waktu untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi.
3. Fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai kemampuan anak didik dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal.
Dikutip pecah Buku Saku Kurikulum Merdeka_ Keunggulan Kurikulum Merdeka Belajar seperti berikut:
1. Lebih Sederhana dan Mendalam
Kurikulum Merdeka Belajar berfokus pada materi yang langsung ke intinya. Dengan demikian, belajar pun menjadi lebih mendalam dan santai.
2. Lebih Merdeka
Para Guru nantinya dapat melatih sesuai tahap pencapaian dan perkembangan peserta didik. Dan sekolah juga berwenang untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan satuan pendidikan dan peserta didik.
3. Lebih Relevan dan Interaktif
Pembelajaran menggunakan kegiatan proyek yang memberikan kesempatan lebih luas kepada peserta didik untuk secara aktif mengkaji isu-isu aktual. Berdasarkan informasi yang diunggah Kemdikbudristek, Kurikulum Merdeka sudah diuji coba di 2.500 Lembaga Pendidikan penggerak.
Artikel Menarik:
Ramalan Zodiak Hari Ini “Scorpio”, Ujian Loyalitas di Dunia Kerja!
Tidak semata-mata di pondok penggerak, Kurikulum Merdeka juga diluncurkan di Lembaga
Pendidikan lainnya. Kemdikbud Ristek mengumumkan sampai saat ini, telah terdapat sejumlah 143.265 Lembaga Pendidikan yang sudah menggunakan Kurikulum Merdeka.
Jumlah ini akan terus meningkat seiring diberlakukannya Kurikulum Merdeka pada tahun 2022/2023 di jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA.
Nahh, itulah sekilas ulasan tentang Kurikulum Merdeka Belajar.