Di tengah ramai tagar ‘boikot’ Singapura oleh warga net di tanah air menyusul ditolaknya Ustad Abdul Somad masuk Singapura, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tampak terlihat duduk asyik bersama Menteri Kuangan Singapura Lawrence Wong. Tampak dalam foto yang dibagikan melalui akun twitter @LawrenceWongST, Anies menggelar pertemuan terbatas dengan Lawrence sambil makan bersama.
Menurut Wong, mereka membicarakan banyak perkembangan dunia global dan situasi covid -19 sambil berharap akan ada pertemuan lanjutan bersama Anies di Singapura dalam waktu dekat. “Caught up with Governor of Jakarta @aniesbaswedan. Had a good chat on global developments and our respective Covid-19 situations. Look forward to meeting Anies again in Singapore soon!” tulis Lawrence.
Pertemuan ini pun mendapat komentar warga net salah satunya dari akun @datuakrajoangek. Akun yang menggunakan nama ‘Tukang Sayur’ ini menilai pertemuan Anies ini tidak disebarkan oleh Anies karena menjaga perasaan umat terutama pendukung UAS di Indonesia.
“Demi menjaga perasaan ummat dan UAS di Indo, maka Mas Anies memutuskan ga ngetwit pertemuan ini dan ga mereply twit Pak Menteri Lawrence. Tapi dari wajahnya tampak beliau sangat happy bisa ngobrol dan makan2 bersama Pak Menteri,” cuitnya.
Sebelumnya beredar ajakan memboikot singapura, salah satunya datang dari Musisi Dewa 19 Ahmad Dhani. Menurut ayah Al, El, Dul ini mengatakan kalau Negara Singapura telah bersikap keterlaluan dalam memperlakukan ulama sekelas ustaz Abdul Somad. “Dari kemarin ramai berita ustaz Abdul Somad dideportasi, dipulangkan atau apalah. Menurut saya peristiwa ini sangat absurd,” kata Ahmad Dhani dilansir dari kanal youtube VIDEO LEGEND pada Sabtu (21/5).
Tak terima sang juru dakwah dipermalukan Singapura seperti itu. Ahmad Dhani pun mengajak masyarakat untuk memboikot negara yang dijuluki Kota Singa tersebut. “Semua pendukung atau santri ustaz Abdul Somad, saya rasa kita wajib untuk tidak datang ke Singapura. Karena pemerintah Singapura jelas telah mempermalukan ustaz Abdul Somad,” tegasnya.
“Dan pemerintahan Singapura telah memberikan bahan kepada buzzer, kita tidak pergi ke Singapura,” sambungnya.