Jakarta, Mambruks.com- Google Doodle adalah perubahan logo Google yang asyik, mengejutkan, dan kadang spontan, untuk merayakan liburan dan peristiwa penting, serta memperingati kehidupan para seniman, pelopor, dan ilmuwan terkenal.
Nah, hari ini Google memperingati sosok Raja Ali Haji bin Raja Haji Ahmad. Beliau adalah tokoh penting di dunia Bahasa dan sastra Melayu.
Raja Ali Haji merupakan seorang ulama, sejarawan, dan pujangga abad 19. Selain itu, Raja Ali Haji adalah orang yang menciptakan sebuah buku yaitu Kamus Loghat Melayu-Johor-Pahang-Riau-Lingga, yang menjadi kamus ekabahasa Melayu.
Kamus ekabahasa Melayu tersebut menjadi yang pertama di Nusantara.
Baca juga: Google Doodle Rayakan Jollof Rice dari Afrika Barat
Profil Raja Ali Ahmad
Seorang keturunan Bugis dan Melayu yang lahir di pulau Penyengat, Kepulauan Riau, tahun 1808 dan meninggal di Pulau Penyengat, Kesultanan Lingga, tahun 1873.
Pencatat pertama dasar-dasar tata bahasa Melayu lewat buku Pedoman Bahasa, yang dalam Kongres Pemuda Indonesia 28 Oktober 1928 ditetapkan sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia.
Gurindam Dua Belas adalah karya ciptaan Raja Ali Haji pada 1874 dan menjadi pembaru arus sastra pada zamannya.
Raja Ali Haji resmi ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai pahlawan nasional pada 5 November 2004.
Baca juga: Rudy Ramawy, Eks Bos Google Meninggal dunia
Karya Raja Ali Ahmad
Sudah disinggung sebelumnya, Raja Ali Ahmad telah menciptakan sebuah buku yaitu Kamus Loghat Melayu-Johor-Pahang-Riau-Lingga, yang menjadi kamus ekabahasa Melayu pertama di Nusantara.
Namun, karyanya yang paling tersohor adalah Gurindam Dua Belas. ditulis pada 1847, ketika ia berusia 38 tahun di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau.
Gurindam Dua Belas terdiri atas 12 pasal dan termasuk dalam kategori puisi didaktik, berisi nasihat dan petunjuk untuk hidup mulia, lalu diterbitkan oleh Belanda pada 1953.
Karya lainnya, pada tahun 1857: Bustan al-Kathibin, tahun 1850-an: Kitab Pengetahuan Bahasa (Tidak selesai), tahun 1857: Intizam Waza’if al-Malik, kemudian tahun 1857: Thamarat al-Mahammah
Raja Ali Haji juga menulis beberapa syair seperti Syair Siti Shianah, Syair Suluh Pegawai, Syair Hukum Nikah, dan Syair Sultan Abdul Muluk.