spot_img
ScatteringRiset Penelitian: Ludah Cacing Lilin Mampu Hancurkan Plastik

Riset Penelitian: Ludah Cacing Lilin Mampu Hancurkan Plastik

Penelitian menemukan bahwa enzim cacing lilin mampu membentuk reaksi biokimia sehingga menghancurkan zat yang terkandung dalam plastik.

Must read

Jakarta, Mambruks.com- Penelitian terbaru yang dilakukan tim ilmuwan mengungkapkan ada dua zat dalam ludah cacing lilin yang mampu menghancurkan plastik.

Sebelumnya kita pahami dulu tentang cacing lilin itu sendiri, yuk.

Cacing lilin adalah larva ngengat pemakan lilin lebah yang diproduksi lebah saat membuat sarang. Ilmuwan menemukan ludah cacing lilin ini memiliki enzim yang menghancurkan polimer polietilena.

Nah, polimer polietilena ini yang sering digunakan dalam plastik dan penyumbang utama kerusakan lingkungan.

Plastik yang terbuat dari polimer polietilena dirancang untuk sulit terurai sehingga membutuhkan puluhan tahun hingga berabad-abad untuk hancur secara alami.

Untuk itu, temuan ini diyakini mampu menanggulangi polusi plastik di dunia, nih.

Baca juga: Riset: Belanja di Thrift Shop itu Lebih Baik

Melansir Sciencealert, ilmuwan memulai penelitian mereka dari studi yang dipublikasi pada 2015 lalu. Saat itu, ilmuwan menemukan jika cacing lilin mampu untuk menghancurkan polietilena, namun mereka belum tahu bagaimana cacing dapat menghancurkan plastik.

Dan kini, ilmuwan menemukan bahwa enzim cacing lilin mampu membentuk reaksi biokimia sehingga menghancurkan plastik. Melalui proses oksidasi, oksigen menjadi bahan utama yang diperlukan untuk menghancurkan polimer polietilena.

Cacing lilin dapat memproduksi enzim itu dalam beberapa jam tanpa memerlukan panas atau radiasi yang umum digunakan untuk menghancurkan plastik. Cacing lilin berasal dari spesies Galleria mellonella, dan dianggap hama oleh peternak lebah karena memakan lilin lebah, serbuk sari, madu, hingga memakan larva lebah.

Baca juga: Riset: Sederet Profesi Paling Diminati Gen Z

Dengan temuan baru, ilmuwan berharap enzim dalam ludah cacing lilin dapat diproduksi secara sintetis untuk menghancurkan plastik. Di sisi lain, ilmuwan mengungkapkan bahwa produksi itu mampu memproduksi karbon dioksida yang dapat merusak lingkungan juga.

Namun produksi enzim secara sintetis tetap dilakukan dan telah didanai oleh produsen plastik Jerman, Rochling. Perusahaan plastik Spanyol, Plasticentropy juga turut bekerja untuk penggunaan enzim pemecah plastik itu.

Anda dapat membaca berbagai berita-berita teraktual kami di platform Google News.

spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Recent

Popular