Jakarta, Mambruks.Com – Siapa yang suka kebiasaan menggigit kuku hayohhh? Kenapa ya? Katanya, ini merupakan cara untuk meredakan kecemasan atau stres sementara.
Sebetulnya, dampaknya dari kebiasaan mengigit kuku bisa merusak kuku itu sendiri dan bisa mengganggu kesehatan. Kebiasaan ini bukanlah hal yang baik untuk dipelihara.
Kebiasaan menggigit dalam bahasa medisnya disebut onychophagia. Ini bisa muncul di masa kanak-kanak bahkan berkembang sampai usia dewasa. Belum diketahui penyebabnya secara pasti, namun kebiasaan ini kerap dilakukan saat seseorang sedang berpikir, malu, bosan, menunggu, frustasi, cemas, dan bahkan bisa juga karena stres.
Artikel Terkait:
Tips Psikolog ketika Hadapi Kenyataan yang Tidak Sesuai Ekspetasi
5 Tips Semangat Jalankan Hari Senin, Terapkan Sekarang!
Terkadang menggigit kuku juga dikaitkan dengan beberapa penyakit mental, seperti depresi, gangguan obsesif komplusif, ADHD, ODD, ataupun sindrom Tourette.
Risiko Sering Menggigit Kuku
Orang dengan kebiasaan menggigit kuku ini biasanya juga memiliki kebiasaan menggigit jaringan-jaringan di sekitar kuku dan mencabut kutikula. Maka, apabila dibiarkan, kebiasaan ini dapat menimbulkan risiko sebagai berikut:
- Kuku rusak
- Nyeri dan kemerahan pada kulit sekitar kuku
- Infeksi jamur, infeksi bakteri, bahkan infeksi virus, termasuk herpes (herpetic whitlow) pada kuku dan kulit di sekitarnya
- Gigi retak, tidak rata, atau bahkan patah jika kebiasaan menggigit kuku ini dilakukan terus-menerus
- Infeksi di saluran pencernaan akibat masuknya bakteri atau kuman dari kuku
- Dapat menurunkan rasa percaya diri karena mendapatkan pendangan buruk dari lingkungan akibat kukunya terlihat aneh dan tak normal.
Lebih parah, kondisi ini berisiko membuat seseorang terkena bully yang bisa membuatnya menarik diri dari kehidupan sosial, sehingga hubungan dengan orang lain pun tak baik.
Cara Mengatasi Kebiasaan Menggigit Kuku
Bagaimana cara untuk menghindari kebiasaan menggigit kuku agar tak berkelanjutan? berikut beberapa hal yang dapat anda terapkan:
1. Potong kuku sampai pendek, terjadwal dan rapihkan jaringan disekitarnya.
2. Lakukan perawatan kuku, seperti manikur dan pedikur, pakai cat kuku atau nail art yang lucu. ini akan membuatmu sayang untuk menggigit kuku.
3. Tutupi kuku dengan sarung tangan atau menempelkan selotif, stiker dsb, agar anda ingat tak boleh menggigit kuku.
4. Identifikasi penyebab kamu menggigit kuku, dan usahakan hindari hal tersebut.
5. Ganti kebiasaan menjadi lebih baik, misalnya dengan mengunyah permen karet atau mencari sesuatu yang bisa dimainkan oleh tanganmu, misal stress ball atau benda yang dapat diputar – putar oleh tangan anda.
Selain hal di atas, apabila anda merasa cemas dan stres, coba lakukanlah hal yang dapat mengalihkan perhatianmu dari menggigit kuku seperti hal kreatif, misal memasak, merajut, mewarnai atau melukis.
Meskipun tidak bisa dilakukan secara instan kebiasaan ini, anda tetap perlu memiliki niat dan usaha untuk menghentikannya demi demi kebaikan anda sendiri.
Jika sering menggigit kuku disebabkan oleh adanya gangguan mental, mungkin dokter akan merekomendasikan terapi perilaku kognitif untuk membantu menghilangkan kebiasaan ini. Temukanlah cara mengelola stres dan cemas yang lebih baik.
Sebaiknya segera periksakan diri anda ke dokter supaya mendapatkan penanganan yang tepat, apabila kebiasaan ini sudah menyebabkan kuku menjadi tumbuh ke dalam, warnanya berubah, melengkung, berdarah, bengkak, hingga menimbulkan nyeri yang tak tertahankan.