OpiniAlasan Ilmiah Tubuh Kita Bergoyang Sendiri Saat Mendengar Musik

Alasan Ilmiah Tubuh Kita Bergoyang Sendiri Saat Mendengar Musik

Must read

Bali, Mambruks.com- Mendengarkan musik kadang membuat tubuh kita seketika merespons dengan bergerak sendiri atau bergoyang. Biasanya, kepala merupakan bagian tubuh pertama yang kita gerakkan saat mendengarkan musik riang ataupun rock.

Nah, kamu pasti bertanya-tanya mengapa, ya, bagian tubuh bisa merespons musik yang kita dengar? Tidak hanya itu, kita acap kali tidak bisa menahan dengan langsung menggerakkan badan atau bergoyang.

Lalu, kira-kira apa penyebabnya, ya? Berikut penjelasan ilmiahnya yang dirangkum dari Kumparan

Faktor Sistem Sensorik Tubuh

Ilustrasi penonton konser musik. Foto: Angela Weiss / AFP.

Hal yang membuat kita sering tidak bisa menahan gerakan atau bergoyang ketika mendengar musik ternyata merupakan pengaruh sistem sensorik tubuh. Faktor ini dianggap sangat berpengaruh pada tubuh kita saat mendengar sesuatu terkhusus musik.

Sistem sensorik adalah penghantar rangsangan dari reseptor ke pusat otak. Dengan begitu, setiap hal yang kita didengar, maka sensorik yang merupakan bagian dari sistem saraf otomatis menerima rangsangan dari internal maupun eksternal tubuh.

Tak ayal, setiap musik yang didengar yang akan disampaikan sistem sensorik ke otak. Di sini, otak akan mengelola informasi melalui stimulus. Artinya, kita bakal menggerakkan tubuh atau bergoyang karena proses cepat sistem sensorik tubuh ke otak.

Baca juga: Lirik Lagu Superman Is Dead ‘Tentang Tiga’

Meninggalkan Jejak di Pikiran

Ilustrasi pikiran manusia. Foto: pixabay

Selain sistem sensorik, penyebab tubuh bergerak atau bergoyang saat mendengar musik adalah faktor jejak pikiran.

Setiap hal yang pernah dialami atau didengar bakal meninggalkan jejak di pikiran manusia hingga membuat kita acap kali bergoyang saat mendengarkan musik.

Tak ayal, hal ini bakal menimbulkan pengalaman kepada setiap orang dan otomatis akan menggerakkan badan ketika mendengar musik. Apalagi, jejak musik dan suara yang meninggalkan jejak di pikiran akan membuat kita selalu mengingatnya.

Hal ini dianggap merupakan salah satu respresantasi bentuk dari bunyi musik atau suara yang didengar. Dengan begitu, setiap orang dianggap bakal sulit menahan atau berdiam diri tanpa menggerakkan anggota tubuh.

Musik Membuat Orang Bahagia

Ilustrasi mendengarkan musik.  Foto: Shutterstock

Para ahli menyimpulkan bahwa musik merupakan hal yang membuat orang bahagia. Apalagi, dalam hal ini, otak disebut akan melepaskan hormon dopamin yang berfungsi menyampaikan rangsangan ke tubuh.

Dengan hal ini, saat mendengarkan musik, maka otak disebut akan merespons dengan melepaskan hormon tersebut sebagai rangsangan kesenangan atau kebahagian. Nah, hal inilah yang terjadi ketika kita menggerakkan tubuh atau bergoyakng saat mendengar musik atau lagu.

Terlebih, momen tersebut juga dianggap sama ketika merespons makanan ataupun berhubungan intim. Tubuh dinilai akan mendapatkan horman dopamin usai dilepaskan otak untuk memberi rangsangan kesenangan.

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article