Kondisi di Kampung Anggruk, Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Tengah, makin panas nih, guys! Setelah serangan brutal dari kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang terjadi Jumat, 21 Maret 2025, sejumlah guru dan tenaga kesehatan terpaksa mengungsi demi keselamatan.
Menurut Kolonel Inf Candra Kurniawan, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, total ada 58 guru dan tenaga kesehatan yang berhasil diungsikan. Nggak cuma itu, ada juga 4 anak-anak dan seorang warga sipil yang ikut diungsikan dari Distrik Heriyapini, Kosarek, Ubalihi, Nisikni, Walma, dan Kabiyanggama, Kabupaten Yahukimo.
“Pengungsian dilakukan pakai Pesawat Adventist Aviation dengan total penumpang 58 orang, 4 anak-anak, dan 1 warga sipil yang diterbangkan lewat Bandara Wamena,” jelas Kolonel Candra dalam rilis yang diterima media ini.
Sementara itu, data yang dihimpun menunjukkan kalau ada 13 guru kontrak dan tenaga kesehatan yang tiba di Bandar Udara Advent Sentani, Kabupaten Jayapura buat mengungsi setelah insiden mengerikan di Yahukimo.
Kemudian, sore harinya menyusul 42 tenaga kesehatan dan guru kontrak yang berhasil sampai di Base Ops Lanud Silas Papare, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.
Sebelumnya, Kolonel Candra membenarkan bahwa serangan dari OPM di Kampung Anggruk itu benar terjadi pada Jumat, 21 Maret 2025. Nggak cuma menyerang, OPM juga dikabarkan melakukan aksi pembunuhan dan pembakaran rumah yang bikin warga ketakutan.
Kolonel Candra juga memaparkan beberapa inisial korban yang berhasil diidentifikasi dari tragedi tersebut. Dua guru yang tewas adalah seorang perempuan berinisial T dan seorang laki-laki berinisial F. Selain itu, satu tenaga kesehatan laki-laki berinisial I juga jadi korban. Sedangkan dua korban lainnya masih belum diketahui nasibnya.
“Kondisi para korban yang selamat masih belum jelas. Karena tindakan kejam dari OPM ini, para tenaga kesehatan dan guru benar-benar ketakutan dan meminta untuk segera diungsikan,” tambahnya dalam rilis yang diterima Sabtu (22/3/2025) malam.