spot_img
ScoopACT Aksi Cepat Tanggap Ramai Jadi Sorotan, Diduga Melakukan Penyelewengan Dana Umat

ACT Aksi Cepat Tanggap Ramai Jadi Sorotan, Diduga Melakukan Penyelewengan Dana Umat

Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang merupakan Lembaga filantropi tersebut  diguncang oleh isu soal penyelewengan dana  yang diduga dilakukan oleh petingginya, Ahyudin.

Must read

Jakarta, Mambruks.com – Ramainya pemberitaan dan sorotan warganet tentang ACT (Aksi Cepat Tanggap) sampai membuat trending di twitter.

Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang merupakan Lembaga filantropi tersebut  diguncang oleh isu soal penyelewengan dana  yang diduga dilakukan oleh petingginya, Ahyudin. Dugaan tersebut semakin menguat dengan pengunduran diri Ahyudin pada Januari lalu, Ahyudin sendiri adalah pimpinan  yang juga pendiri lembaga Aksi Cepat Tanggap.

Menurut laporan berjudul “Aksi Cepat Tanggap Cuan” yang terbit pada Majalah Tempo Edisi Sabtu, 2 Juli 2022, mengungkapkan adanya dugaan penyelewengan dana yang dikumpulkan lembaganya untuk kepentingan pribadi Ahyudin.

Artikel Terkait:

Postingan di Akun Facebook Ahyudin Mantan Pendiri ACT Banjir Komentar Warga Net

Pemborosan duit lembaga juga disebut terjadi di ACT. Mulai dari Gaji CEO, Ahyudin yang disebut-sebut mencapai Rp 250 juta per bulan. Luar biasa bukan?? Belum lagi  berbagai fasilitas- fasilitas yang sangat mewah mulai dari kendaraan Toyota Alphard, Mitsubishi Pajero Sport hingga Honda CRV untuk para petinggi – petingginya.

Ahyudin bahkan disebut menggunakan dana masyarakat tersebut untuk membeli rumah dan perabotan dengan nilai yang fantastis.

Para petinggi ACT juga disebut mendapatkan fasilitas makan tiga kali sehari dengan standar ala restoran. Mirissssssss, semua kemewahan yang dinikmati para petinggi ACT Aksi Cepat Tanggap pasti dananya diambil dari dana lembaga hasil sumbangan yang seharusnya disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Artikel Terkait Lainnya:

Dugaan Nilai Pemborosan dan Penyelewengan Dana ACT

Akibat dari ramainya pemberitaan terkait isu penyelewengan dana ACT Aksi Cepat Tanggap, membuat lembaga tersebut kini memilih menghindar dari media – media. Bahkan kolom komentar pun di nonaktifkan di salah satu media sosial milik Aksi Cepat Tanggap tersebut. Sedangkan unggahan lama  tidak lagi bisa dikomentari, karena telah dibatasi.

Anda dapat membaca berbagai berita-berita teraktual kami di platform Google News.

spot_img

More articles

1 COMMENT

  1. Apakah tidak ada audit internal atau external untuk lembaga-lembaga seperti ACT ini?
    Yang ngumpulin duit dari masyarakat untuk tujuan sosial kemanusiaan?
    Berarti biaya gaji dan fasilitas mereka sebagai Pengurus, lebih besar dari pada yang mereka salurkan ke masyarakat yang membutuhkan.
    Pemerintah harus mengambil peran dalam mengawasi lembaga-lembaga seperti ACT ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Recent

Popular